Memahami Berapa Ukuran Kadar Gula Darah Normal dan Apa Saja Ciri-cirinya Ketika Naik

Berapa banyak gula dalam darah yang dianggap berada pada level tinggi? Dan mengapa glukosa tinggi sangat buruk bagi penderita Diabetes?

Tayang:
Editor: Rina Eviana
dok.istimewa
Ilustrasi 

Tribunjogja.com - Penyakit Diabetes merupakan penyakit kronis yang bisa menyebabkan komplikasi dan membunuh perlahan.

Diabetes erat kaitannya dengan kadar gula darah. Oleh sebab itu Diabetes sering disebut juga dengan nama lain penyakit kencing manis.

Bagi penderita Diabetes, kadar gula darah (alias glukosa darah) mengecek ukuran kadar gula darah harus rutin dilakukan agar Diabetes tak semakin parah.

Berapa banyak gula dalam darah yang dianggap berada pada level tinggi? Dan mengapa glukosa tinggi sangat buruk bagi penderita Diabetes? Berikut ini sekilas bagaimana level gula darah memengaruhi kesehatan Anda.

Ilustrasi Diabetes Tipe 2
Ilustrasi Diabetes Tipe 2 (Medical News)

Berapakah Kadar Gula Darah Normal?

Kadar gula darah yang normal kurang dari 100 mg / dL setelah tidak makan (puasa) setidaknya selama 8 jam. Dan kurang dari 140 mg / dL 2 jam setelah makan.

Pada siang hari, kadarnya cenderung paling rendah sebelum makan.

Bagi kebanyakan orang tanpa diabetes, kadar gula darah sebelum makan berkisar antara 70 hingga 80 mg / dL. Untuk beberapa orang, angka 60 adalah normal, sementara yang lainnya ada yang berada pada level 90.

Apa itu tingkat gula rendah?

Ini juga sangat bervariasi. Glukosa banyak orang tidak akan pernah turun di bawah 60, bahkan dengan puasa yang berkepanjangan.

Saat Anda diet atau puasa, liver menjaga level Anda normal dengan mengubah lemak dan otot menjadi gula. Level beberapa orang mungkin turun agak lebih rendah.

Baca juga: Cara Cek Kadar Gula Darah Bagi Penderita Diabetes Tanpa Harus ke Klinik

Diagnosa

diabetes-penyakit.jpg

Dokter menggunakan tes ini untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes:

1. Tes glukosa plasma puasa

Dokter menguji kadar gula darah Anda setelah berpuasa selama 8 jam dan lebih tinggi dari 126 mg / dL.

2. Tes toleransi glukosa oral

Setelah berpuasa selama 8 jam, Anda mendapatkan minuman manis yang istimewa. Dua jam kemudian kadar gula Anda lebih tinggi dari 200.

3. Pemeriksaan acak

Dokter menguji gula darah Anda dan itu lebih tinggi dari 200, ditambah Anda buang air kecil lebih banyak, selalu haus, dan berat badan Anda bertambah atau berkurang. Mereka kemudian akan melakukan tes kadar gula puasa atau tes toleransi glukosa oral untuk memastikan diagnosis.

Kadar yang lebih tinggi dari biasanya, tetapi tidak mencapai titik diabetes yang parah, disebut pradiabetes.

Menurut American Diabetes Association, 86 juta orang di AS memiliki kondisi ini, yang dapat menyebabkan diabetes jika Anda tidak melakukan perubahan gaya hidup sehat yang direkomendasikan dokter.

Ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung, meski tidak sebanyak diabetes. Dimungkinkan untuk mencegah pradiabetes menjadi diabetes dengan diet dan olahraga.

Kadar Gula dan Tubuh Anda

Mengapa kadar gula darah tinggi buruk bagi Anda? Glukosa adalah bahan bakar yang berharga untuk semua sel di tubuh Anda saat berada pada tingkat normal. Tapi itu bisa berperilaku seperti racun yang bekerja lambat.

Kadar gula yang tinggi perlahan mengikis kemampuan sel di pankreas Anda untuk membuat insulin. Kompensasi organ berlebihan dan tingkat insulin tetap terlalu tinggi. Seiring waktu, pankreas rusak secara permanen.

Baca juga: Perhatikan! Ini yang Harus Dilakukan Jika Anda Berisiko Tinggi Terkena Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan perubahan yang mengarah pada pengerasan pembuluh darah, yang oleh dokter disebut aterosklerosis.

Hampir semua bagian tubuh Anda bisa rusak karena terlalu banyak gula. Pembuluh darah yang rusak menyebabkan masalah seperti:

  • Penyakit ginjal atau gagal ginjal, membutuhkan dialisis
  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Kehilangan penglihatan atau kebutaan
  • Sistem kekebalan yang lemah, dengan risiko infeksi yang lebih besar
  • Disfungsi ereksi
  • Kerusakan saraf, juga disebut neuropati, yang menyebabkan kesemutan, nyeri, atau berkurangnya sensasi di kaki, tungkai, dan tangan.
  • Sirkulasi yang buruk ke tungkai dan kaki
  • Penyembuhan luka yang lambat dan potensi amputasi dalam kasus yang jarang terjadi

Jaga kadar gula darah Anda mendekati normal untuk menghindari banyak komplikasi ini.

Tujuan American Diabetes Association untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes adalah 70 hingga 130 mg / dL sebelum makan, dan kurang dari 180 mg / dL setelah makan. 

ilustrasi diabetes
ilustrasi diabetes ((simpson33))

Ciri kadar gula darah naik

Menjaga kadar gula darah agar tetap normal dan terkontrol merupakan langkah penting agar tidak menimbulkan risiko penyakit Diabetes.

Diabetes merupakan masalah kesehatan serius yang salah satu indikatonya adalah meningkatkan kadar gula dalam darah.

Bila kadar gula darah ini tidak terkontrol dan tinggi, akan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius lainnya.  

Mengutip kompas.com yang dilansir dari Web MD, jika gula darah naik dibiarkan tanpa penanganan, kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia bisa berakibat merusak saraf, pembuluh darah, dan organ vital.

Gula darah tinggi juga bisa menimbulkan komplikasi serius yang berujung fatal, yakni sindrom nonketotik hiperglikemik hiperosmolar.

Kondisi ini dapat membuat penderitanya sering kencing, intesitas buang air kecil menurun, sampai dehidrasi parah.

Penderita diabetes acapkali akrab dengan ciri-ciri gula darah naik, karena kerap berada dalam fase hiperglikemia.

Tidak demikian dengan sejumlah orang dalam kondisi pradiabetes atau diabetes yang tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan.

diabetes-penyakit.jpg

Untuk mencegah diabetes dan komplikasinya, Anda perlu rajin mengecek kadar gula darah secara berkala, di samping mengetahui beberapa ciri-ciri gula darah naik.

Terutama bagi Anda yang berisiko menderita diabetes seperti punya keluarga mengidap diabetes, berat badan berlebih, dan usia di atas 45 tahun.

Baca juga: Tips Mengatasi Diabetes Tanpa Obat dengan Puasa Daud

Melansir Self, berikut beberapa ciri-ciri gula darah naik yang perlu diwaspadai:

1. Kelelahan

Merasa lelah adalah awal ciri-ciri gula darah naik.

Tak hanya pada penderita diabetes, orang dalam kondisi gula darah normal juga bisa merasa kelalahan saat gula darahnya melonjak.

Salah satunya setelah makan karbohidrat sederhana dalam jumlah besar. Misalkan minuman yang sangat manis.

Apabila Anda kerap mengantuk setelah makan karbohidrat atau minum manis, coba lakukan pemeriksaan kesehatan.

2. Sering kencing

tahan-kencing_20161126_203207.jpg

Ilustrasi (kubunetral.com)

Ketika terlalu banyak gula dalam darah, ginjal secara otomatis akan mengeluarkan lebih banyak gula dengan cara membuangnya lewat kencing.

Kondisi tersebut membuat orang yang gula darahnya naik jadi lebih sering kencing.

3. Rasa haus meningkat

Setelah tubuh kehilangan banyak cairan karena sering kencing saat gula darah naik, imbasnya seseorang jadi merasa sering haus.

Semakin sering seseorang buang air kecil, rasa haus yang dirasakan juga semakin sering.

4. Sakit kepala

Saat tubuh kehilangan banyak cairan karena sering kencing, gejala lain yang kerap muncul adalah sakit kepala.

Memang, sakit kepala bisa jadi tanda penyakit atau masalah kesehatan lain.

Namun, di banyak kondisi termasuk saat gula darah naik, dehidrasi bisa memicu sakit kepala.

5. Pandangan kabur

Beberapa bagian tubuh yang tidak terduga bisa terdampak gula darah tinggi, salah satunya mata.

Kelebihan gula darah bersama dengan air bisa terperangkap di lensa di tengah mata, sehingga pandangan jadi kabur.

Berbeda dengan kondisi pandangan kabur pada penderita diabetes yang biasanya terjadi dalam jangka panjang, masalah penglihatan pada orang yang gula darahnya naik umumnya hanya sementara.

Jika Anda kerap mengalami beberapa ciri-ciri gula darah naik tersebut, segera konsultasi ke dokter.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved