PHRI DIY Prediksikan Okupansi Hotel di Yogyakarta Melonjak Malam Ini

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memprediksi okupansi penginapan di Yogyakarta kembali melonjak malam ini

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eriyono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memprediksi okupansi penginapan di Yogyakarta kembali melonjak malam ini, Jumat (30/10/2020).

Akan tetapi, jumlahnya diperkirakan tak mencapai 95 persen, layaknya tingkat okupansi pada Kamis (29/10/2020) malam.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, hari ini tingkat okupansi secara mengejutkan mulai melandai karena banyak wisatawan yang melanjutkan perjalanan atau pulang menuju daerah asalnya.

Bahkan, tingkat okupansi sekarang menukik hingga tersisa sekira 85 persen saja.

"Betul apa yang disampaikan Pak Wawali. Tapi, 95 persen itu maksud kami semalam ya. Kemudian hari ini turun jadi 85 persen, meski ada tren kenaikan lagi," terangnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Wisatawan Positif Covid-19 Pada Tes Acak di Kawasan Borobudur

Baca juga: Update Covid-19 di Klaten: Tambahan 15 Kasus Sembuh, 44 Kasus Baru Pada 29 Oktober 2020

"Ya, hari ini ternyata sudah banyak yang check out. Kita tanya ke tamu-tamu itu, mereka bilang Sabtu sudah harus pulang ke asalnya, karena Senin sudah mulai beraktivitas, sehingga Minggu bisa istirahat di rumah," tambah Deddy.

Walau begitu, pihaknya meyakini, tingkat okupansi kembali meningkat malam ini, setelah laporan dari anggota-anggota menunjukkan tren kenaikan.

Namun, berbeda dari prediksi di awal, kali ini tamu-tamu yang diharapkan singgah bukan lagi wisatawan yang hendak berlibur di Yogyakarta.

Benar saja, menurut Deddy, tamu-tamu yang masih mungkin singgah adalah yang ingin beristirahat sejenak di Yogyakarta, sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

Ia menilai, posisi Yogyakarta yang berada di tengah, sangat potensial menerima pengunjung dengan kepentingan itu.

"Yang dari timur ke barat dan dari barat ke timur. Jadi, Yogya ini sangat cocok untuk istirahat. Harapan kami ya, Sabtu bisa begitu, barusan saya baca laporan teman-teman, tren mulai naik. Tetapi, kalau untuk 95 persen lagi, saya pesismis, 90 persen lah, itu maksimal," ungkapnya.

Baca juga: Bappeda DI Yogyakarta Sesalkan Sampah Berserakan di Malioboro, Pengunjung Harus Paham Aturan

Baca juga: Liga 2 2020 Ditunda Hingga 2021, Pelatih PSIM Yogyakarta Sebut Mendingan Disetop

Lebih lanjut, Deddy mengakui, lantaran jumlah wisatawan mengalami lonjakan tajam, sejumlah hotel sampai membuka 80 persen kamar yang tersedia, dari yang sebelumnya hanya 70 persen sesuai protokol Covid-19.

Tetapi, ia memastikan, setelah check out, kamar langsung didisinfeksi.

"Yang check out sekarang, kamarnya langsung didisinfeksi. Sehingga, tidak bisa langsung dibuka lagi, baru boleh dibuka besok. Istirahat sehari, besok dijual lagi. Kita tekankan pada teman-teman, prokes itu harga mati," tegasnya.

"Alhamdulillah, okupansi selama liburan ini merata, semua kelas hotel, semua area dari timur, tengah, utara dan selatan, semua merata sampai 95 persen ya. Bahkan, di tengah (kota) sempat 100 persen," pungkas Deddy. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved