Pemda DI Yogyakarta Beli Hotel Mutiara di Kawasan Malioboro Untuk Sentra UMKM

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan sudah waktunya UMKM di DIY harus naik kelas.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Miftahul Huda
Gubernur DIY tinjau hotel Mutiara untuk dibangun galeri UMKM, Rabu (21/10/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tidak lama lagi Hotel Mutiara di kawasan Malioboro akan dijadikan sentra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sesuai jadwal, tahun 2021 perencanaan uji konstruksi akan dilakukan oleh Pemerintah DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan sudah waktunya UMKM di DIY harus naik kelas.

Sebagai upaya realisasi, pemerintah DIY telah membeli hotel yang berada di Jalan Malioboro No 18, Kecamatan Danurejan tersebut seharga sekitar Rp 170 miliar dengan rincian dua bangunan yakni hotel Mutiara sisi Utara dan hotel Mutiara sisi Selatan.

"Kami coba di Utara tadi, kami akan renovasi. Kami ingin meningkatkan kelas UMKM untuk bisa mempunyai ruangan di kawasan Malioboro ini untuk jualan," kata Sultan seusai meninjau Hotel Mutiara, Rabu (20/10/2020).

Baca juga: Pemkot Magelang Berikan Bantuan untuk PKL, Koperasi, dan Perajin Mainan Terdampak Covid-19

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Paparkan Perkembangan Terkini Penanganan Virus Corona di 34 Provinsi

Baca juga: Intensitas Kampanye Tatap Muka Tinggi, Polres Gunungkidul Pastikan Situasi Masih Kondusif

Karena faktanya, Sultan menyebut jika produk dari UMKM di Yogyakarta setelah dilakukan standarisasi mutu, ternyata kualitasnya cukup bagus.

Sehingga sangat dimungkinkan apabila pelaku UMKM yang ada di bandara YIA dapat juga memanfaatkan ruangan Hotel Mutiara tersebut untuk berjualan.

Gubernur DIY tinjau hotel Mutiara untuk dibangun galeri UMKM, Rabu (21/10/2020)
Gubernur DIY tinjau hotel Mutiara untuk dibangun galeri UMKM, Rabu (21/10/2020) (Tribunjogja/ Miftahul Huda)

"Kami ingin mereka yang berjualan di bandara juga mau berjualan di kawasan ini, ya biarpun mungkin menyewa," sambung Ngarsa Dalem.

Pemerintah DIY baru akan melakukan kajian Detail Engeneering Desaign (DED) untuk menata ulang ruangan bekas kamar hotel tersebut, untuk dijadikan ruang display para pelaku UMKM.

Baca juga: Hari Santri Nasional 2020, Begini Sejarah Panjang Peran Santri Lawan Penjajah

Baca juga: Cara Dapatkan BLT UMKM Periode II dari Pemerintah, Siapkan Dokumen Ini

Baca juga: Hari Ini, Empat Bioskop CGV di Jakarta Mulai Kembali Beroperasi, Ini Beberapa Aturan yang Diterapkan

Selain itu, koridor bangunan tersebut menurut Sultan juga akan sedikit diubah dengan memperluas beberapa ruangan.

Serta ada kemungkinan akan dipasang eskalator untuk sarana penunjang.

"Karena bentuknya kan ruangan-ruangan, yang nanti kami renovasi tapi per ruang sesuai luas kamar hotel. Dan mungkin ada struktur yang bisa dipasang eskalator misalnya," tegas Sultan.

Dengan adanya rencana itu, Sri Sultan berharap dapat meningkatkan potensi pertumbuhan UMKM di Yogyakarta.

Sultan belum memastikan berapa anggaran untuk membangun galeri UMKM tersebut.

Hal itu lantaran proses kajian baru akan dimulai. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved