Tukang Becak Meninggal di Malioboro
Khawatir Covid-19, Warga Sempat Enggan Pastikan Kondisi Tukang Becak yang Meninggal di Malioboro
Polisi menyatakan, masyarakat yang ingin memastikan kondisi korban saat itu sempat bingung karena takut korban meninggal akibat Covid-19.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas di kawasan Malioboro pada Minggu (18/10/2020) pagi sempat geger akibat penemuan seorang jenazah yang meninggal dunia dalam kondisi tergeletak di areal pedestrian.
Polisi menyatakan, masyarakat yang ingin memastikan kondisi korban saat itu sempat bingung karena takut korban meninggal akibat Covid-19.
"Ditemukan saksi sekira pukul 08.00 WIB telah dalam kondisi meninggal. Memang ada kecemasan saat ingin memastikan kalau kondisi korban bagaimana saat itu, karena sebelumnya menurut pengakuan saksi dia sempat melihat korban masih beraktivitas," ujar Kapolsek Gedongtengen, Kompol Khundori.
Baca juga: Pria Meninggal Dunia di Pedestrian Malioboro Berprofesi Sebagai Tukang Becak
Baca juga: Tukang Becak Ditemukan Meninggal Dunia di Malioboro, Dievakuasi dengan Protokol Covid-19
Pengelola toko yang melihat jenazah korban kemudian melaporkan insiden itu kepada UPT Malioboro.
Sejumlah petugas dari PMI dan Satgas Penanggulangan Covid-19 setempat lalu mengevakusi korban dengan mengunakan APD lengkap.
"Sekitar areal pedestrian juga langsung di semprot disinfektan," tambah Kapolsek.
Namun demikian, polisi belum mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia.
Tidak diketemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban.
"Belum tau. Visumnya belum keluar. Ini masih kita kembangkan lagi," katanya.
Baca juga: Gandeng PT KAI, Pemkot Yogya Bagikan 5.000 Face Shield di Malioboro Yogyakarta
Baca juga: BREAKING NEWS: Tambah 1 Kasus Covid-19 dan 1 Pasien Sembuh di Kulon Progo Pada 18 Oktober 2020
Petugas juga berkoordinasi dengan pihak medis dari Urkes Polresta Yogya dan Inafis setempat untuk mengetahui penyebab kematian korban.
"Saat ini jenazah di evakuasi di RS Bhayangkara dan sudah kita koordinasikan dengan keluarga sambil menunggu hasil visum keluar," imbuhnya.
Seperti diwartakan, insiden penemuan jenazah terjadi di areal pedestrian Malioboro.
Korban saat itu ditemukan pertama kali oleh seorang karyawan toko. Korban terlihat tergeletak di emperan toko tempat dia bekerja.
Namun, sesaat sebelum meninggal dunia yakni pukul 07.15 WIB, saksi sempat melihat korban masih bergerak sambil tiduran dan mendengkur.
Saat itu, lebih lanjut saksi tidak mendengar suara dengkuran korban dan tubuhnya seketika terdiam.
Karena curiga, dia kemudian berusaha membangunkan korban namun tubuhnya tidak merespons.
Hingga kemudian petugas melakukan evakuasi dan mensterilisasi kawasan sekitar. (jsf)