PSS Sleman
Pelatih PSS Sleman Bicara Soal Ketidakpastian Kompetisi Liga 1 2020
Belum adanya kejelasan mengenai lanjutan kompetisi membuat situasi menjadi pelik bagi setiap klub.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic direncanakan sudah tiba di Sleman akhir pekan ini, setelah menyelesaikan persoalan administrasi di Hongkong.
"Ya, visa sudah oke. Sudah ada di duta besar Indonesia di Hongkong, pada Senin (12/10/2020) lalu, saya sudah di sana urus semua surat-surat. Rabu (14/10/2020) kemarin juga sudah tes Covid-19. Semoga antara Sabtu (17/10/2020) atau Minggu (18/10/2020) sudah berangkat ke Jogja," ujar Dejan Antonic, Jumat (16/10/2020).
Di satu sisi Dejan lega dapat segera melepas rindu dan bertemu dengan anak asuhnya di PSS Sleman.
Namun di sisi lain ia pun tak memungkiri bila belum adanya kejelasan mengenai lanjutan kompetisi membuat situasi menjadi pelik bagi setiap klub.
Baca juga: Dua Pemain PSS Sleman Perkuat Timnas U-16 di International Friendly Match di Dubai
Sebagaimana diketahui, nasib kompetisi sepak bola profesional Tanah Air, Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 hingga kini masih berselimut tanda tanya.
Meski semua klub pada extraordinary club meeting bersama PSSI dan PT LIB, Selasa (13/10/2020) lalu sepakat melanjutkan kompetisi, namun lampu hijau dari pihak kepolisian hingga kini urung didapat.
Bahkan, Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan sesuai maklumat Kapolri sebelumnya yakni untuk tidak memberikan izin keramaian selama masa pilkada dan pandemi Covid-19.
Ketidakjelasan ini membuat klub kelimpungan menyiapkan tim.
"Ini belum jelas 100 persen kapan kompetisi akan dimulai. Tentu saja ini mempengaruhi program latihan yang sudah disusun," keluh Dejan.
Lebih lanjut Dejan berharap, pemerintah Indonesia bergerak cepat menekan penyebaran Covid-19.
Baca juga: PSSI dan PT LIB Susun Rencana dan Sejumlah Langkah Agar Kompetisi Liga 1 2020 Tetap Berlanjut
Sebab, ia khawatir jika tidak adanya izin digulirkannya kompetisi sepak bola musim ini akibat pandemi, juga akan berdampak pada penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.
"Harus ambil langkah serius karena nanti kalau situasi ini tetap, saya takut juga berdampak pada Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia," ujar Dejan.
"Pasti yang terpenting untuk FIFA yakni semua tim yang datang ke Indonesia aman, itu nomor satu. Tapi kalau situasi Covid-19 masih tinggi, itu bisa masalah besar untuk Indonesia dan Piala Dunia 2021. Semoga ada solusi yang benar dan baik untuk semua, klub, pemain, pelatih, liga, suporter, dan sponsor. Semua harus duduk sama-sama cari solusi yang baik," lanjutnya.
"Tentunya kita semua harus tetap disiplin, menggunakan masker, tidak banyak orang bersama-sama dalam satu tempat," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pelatih-pss-sleman-bicara-soal-ketidakpastian-kompetisi-liga-1-2020.jpg)