Breaking News:

PT KAI Daop 6 Yogyakarta Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Stasiun Lempuyangan

Kegiataan sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih tertib dan berhati-hati apabila melintas di jalur sebidang.

Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting
PT KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar sosialisasi jalur perlintasan sebidang di jalur Timur Stasiun Lempuyangan, Rabu (14/10/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DIY dan komunitas pecinta kereta api 'Semboyan Satoe Indonesian Railfans' menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, di jalur timur stasiun Lempuyangan, Rabu (14/10/2020).

Sosialisasi ini berlangsung dengan membentangkan spanduk yang berisi imbauan terkait peraturan dan tata cara dalam melintasi jalur sebidang kepada pengendara bermotor yang melintas di area tersebut.

Tak hanya itu, pengarahan juga dilakukan dengan pengeras suara dan pembagian pamflet.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan kegiataan sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih tertib dan berhati-hati apabila melintas di jalur sebidang.

"Kegiatan ini untuk mengenalkan kepada masyarakat agar tetap mematuhi rambu-rambu pada perlintasan kereta api, khususnya jalur sebidang ini. Karena, masih ditemui pelanggaran," jelasnya kepada Tribunjogja.com, Rabu (14/20/2020).

Sementara itu, Kepala Bidang Keselamatan dan Teknologi Transportasi , Dinas Perhubungan DIY, Didit Suranto, mengatakan sosialisasi pelintasan di jalur sebidang sangat perlu dilakukan agar masyarakat bisa mematuhi tata tertibnya.

"Dengan adanya sosialisasi dapat memberikan gambaran dan wawasan kepada pengendara yang melintas di jalur sebidang agar berperilaku etika pengendara yang berkeselamatan," jelasnya.

Apalagi di wilayah Yogyakarta masih terdapat jalur sebidang yang liar.

Dalam artian tidak memiliki izin dan petugas penjaga. Sehingga, rawan akan terjadinya laka di perlintasan kereta api.

Untuk menyikapi masalah ini, pihak Dishub DIY berencana akan melengkapi Early Warning System (EWS) pada jalur sebidang liar tersebut.

"Dengan adanya EWS akan memberikan sinyal berupa suara yang menandakan kereta api akan melintas sekitar tiga atau lima menit lagi. Sehingga, masyarakat bisa mengetahuinya," ungkapnya.

Tata tertib berlalu lintas di jalur sebidang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kecelakan di jalur kereta api, terlebih ketika beroperasinya kereta listrik (KRL) pada Oktober nanti.

Diprediksi perjalanan lalu lintas kereta api akan semakin padat, sehingga kewaspadaan masyarakat pun juga perlu ditingkatkan. 

( tribunjogja.com / ndg )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved