Jumlah Kasus Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tercatat Pemerintah

total kasus konfirmasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Selasa (13/10/2020) menjadi 3.146 kasus terkonfirmasi.

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
MURAL KAMPANYE PROTOKOL KESEHATAN. Warga beraktifitas di sekitar mural kampanye penerapan protokol kesehatan di kawasan Serangan, Kota Yogyakarta, Selasa (29/9/2020). 

Tribunjogja.com Yogyakarta -- Kasus konfirmasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah sebanyak 38 kasus pada Selasa (13/10/2020).

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah DIY, Berty Murtiningsih menyampaikan sejauh ini perkembangan terbaru dari kasus karyawan kantor telekomunikasi di Kabupaten Sleman belum ada penambahan kasus.

MURAL LAWAN COVID-19. Sebuah mural yang bercerita tentang perlawanan terhadap covid terpajang di jalan Bugisan, Kota Yogyakarta, Selasa (21/7/2020).
MURAL LAWAN COVID-19. Sebuah mural yang bercerita tentang perlawanan terhadap covid terpajang di jalan Bugisan, Kota Yogyakarta, Selasa (21/7/2020). (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

"Belum nambah kayaknya, karena hasil swab yang kemarin belum ada," katanya kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

Penambahan tersebut paling banyak terjadi karena adanya tracing kontak kasus sebanyak 18 kasus, 26 di antaranya masih dalam penelusuran, dua kasus dari hasil skrining karyawan kesehatan, satu kasus pelaku perjalanan, dan satu kasus dari periksa mandiri.

Ia menambahkan, total kasus konfirmasi Covid-19 di DIY hingga Selasa (13/10/2020) menjadi 3.146 kasus terkonfirmasi.

Selain kasus terkonfirmasi, Pemerintah DIY juga mengumumkan pasien sembuh yang hingga saat ini jumlahnya 2.396 pasien.

Untuk hari ini penambahan pasien sembuh sebanyak 39 orang.

Sementara penambahan kasus meninggal sebanyak satu pasien sehingga total pasien yang meninggal sebanyak 81 kasus

Pasien meninggal tersebut merupakan warga Yogyakarta berjenis kelamin laki-laki usia 58 tahun, meninggal dengan komorbid Diabetes.

Alat Deteksi Covid-19

Tim ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM) terus mengembangkan alat pendeteksi Covid-19 dengan nama GeNose. Sesuai namanya, GeNose merupakan alat pengendus yang diciptakan agar mampu mendeteksi Covid-19 pada seseorang.

Alat ini diklaim mampu mendeteksi virus dengan waktu singkat yakni cukup dengan 80 detik.

GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dari UGM,
GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dari UGM, (Istimewa)

"Meski ada yang menyangsikan, buat kami itu tak masalah. Karena itu haknya para ilmuwan. Karena akademisi kan budayanya harus seperti itu. Scaptis tapi tetap terbuka," kata salah satu perwakilan peneliti GeNose UGM, dr. Dian Kusumapramudya Nurputra, saat sowan kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Senin (12/10/2020).

Ia berprinsip, dalam mengemukakan inovasi atau temuan baru, menurutnya perlu adanya kolaboratif, open minded, dasar latar belakangnya jelas, dan terakhir bukti.

Saat ini proses pengembangan temuannya telah mencapai tahap uji diagnosis yang menurutnya alat tersebut mampu mendeteski sampel sebanyak 100 tes.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved