Berita Bantul

Harga Anjlok, Petani Cabai Rawit Merah di Bantul Merugi

Harga Anjlok, Petani Cabai Rawit Merah di Bantul Merugi. Di tingkat petani, cabai rawit merah dihargai Rp 7 - 8 ribu/ kilogram.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yudha Kristiawan
Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Ilustrasi :Petani Bantul sedang panen cabai merah imperial di lahan pertanian dusun Patihan, Gadingsari, Sanden, Minggu (28/6/2020) 

TRIBUNJOGJA. COM, BANTUL- Petani cabai rawit merah di Bumi Projotamansari merugi.

Sebab, harga jual komoditas pertanian bercita rasa pedas itu di pasaran anjlok. Di tingkat petani, cabai rawit merah dihargai Rp 7 - 8 ribu/ kilogram.

Padahal, biasanya berada di kisaran harga Rp 15 ribu perkilogram, bahkan bisa lebih.

"Harga jual sekarang rendah. Kami jelas merugi," kata Priyani, salah satu petani cabai rawit merah di dusun Jetakan, Desa Sumberagung, Jetis, Bantul, Rabu (14/10/2020).

Musim tanam ini, Priyani bersama Kartijo, menanam bibit cabai rawit merah seluas 120 lobang atau setara dengan 1.200 meter persegi.

Ongkos yang telah dikeluarkan, mulai dari pengolahan lahan, bibit, cagak (bambu penegak tanaman) hingga pupuk sekitar Rp 4 juta.

Modal tersebut belum dihitung tenaga perawatan selama 3 bulan.

Baca juga: Bappenas RI Pantau Persiapan Pemulihan Wisata di Gunungkidul

Baca juga: BREAKING NEWS : Selokan Mataram Ambles di Titik Dusun Mayangan Trihanggo Sleman

Priyani dan Kartijo berharap panen dan harganya maksimal.

Tetapi saat mulai memasuki masa panen, harganya ternyata tidak stabil bahkan cenderung menurun.

Meski tanaman cabai keduanya sudah belasan kali panen berbuah dan panen.

"Tapi sampai sekarang belum bisa balik modal," ucapnya.

Ia tidak mengetahui, mengapa harga jual cabai rawit merah dipasaran rendah.

Namun diduga disebabkan karena banyak petani yang saat ini menanam komoditas serupa, sehingga stok di pasar melimpah sementara permintaan di masyarakat masih rendah.

Selain itu, bisa juga disebabkan oleh faktor cuaca, maupun pupuk yang sulit dicari dan harganya melambung tinggi.

"Petani tidak bisa membeli pupuk, sehingga tanaman cabai tidak berbuah maksimal," ucap Priyani.

Sementara itu, dengan harga jual yang rendah, Kartijo mengaku hanya bisa pasrah.

Kedepan, Ia berharap harga cabai rawit merah perlahan bisa terus merangkak naik.

Paling tidak di angka Rp 15 ribu perkilogram. "Sehingga petani bisa balik modal untuk tanam berikutnya," harap dia.

Sore itu, Priyani dan Kartijo, memetik buah cabai yang sudah masak sendiri.

Mereka tidak menyewa tenaga kerja harian.

Sebab, pendapatan yang diterima dari hasil menjual cabai, tidak akan sebanding dengan ongkos yang dikeluarkan untuk membayar pekerja.

Alhasil, menurutnya, akan jauh lebih baik apabila dipanen sendiri. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved