Netizen Indonesia Salah Alamat! Serang Rapper Korea Selatan Bernama DPR Live, Protes Omnibus Law
Ada saja aksi kocak dan ngeselin netizen Indonesia selama isu Omnibus Law yang masih mencuat di media sosial. Selain meretas situs DPR dan mengganti
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com - Ada saja aksi kocak dan ngeselin netizen Indonesia selama isu Omnibus Law yang masih mencuat di media sosial.
Selain meretas situs DPR dan mengganti tulisan menjadi Dewan Pengkhianatan Rakyat, kini netizen +62 menyerang Instagram @dprlive.
Diketahui, akun Instagram DPR resmi adalah @dpr_ri. Namun, netizen Indonesia justru melampiaskan amarah ke @dprlive.
Dalam foto yang diunggah terakhir, terdapat 22 ribu komentar dari netizen Indonesia dan sempat membuat pemilik akun tersebut bertanya ada apa.
Sebagian besar dari mereka mengungkapkan penolakan terhadap omnibus law dan memaki DPR yang sudah mengesahkan.

Meski begitu, banyak K-Popers Indonesia yang meluruskan bahwa itu adalah akun DPR Live bukan DPR Indonesia.
Akun @dprlive merupakan akun rapper Korea Selatan yang memiliki nama panggung DPR Live.
DPR sendiri merupakan singkatan dari Dream Perfect Regime yang diinisiasi oleh Hong Da Bin.
Dia telah merilis EP debutnya, ‘Coming to You Live’, pada 15 Maret 2017. DPR kemudian merilis EP keduanya, ‘Her’, pada 7 Desember 2017. Album studio pertamanya adalah ‘Is Anybody Out There?’ dirilis pada Maret 3, 2020.
Hong Da Bin lahir pada tanggal 1 Januari 1993 di Korea Selatan dan dibesarkan di Guam.
Dia berencana untuk melanjutkan pendidikan tingginya di bidang psikologi dan filsafat di perguruan tinggi.
Hal itu ia impikan sebelum mempertimbangkan musik, tetapi perspektifnya berubah setelah dia menghadiri wajib militer di Korea Selatan, di mana dia menemukan inspirasi untuk mengejar mimpinya.
• Viral di Medsos Emak-emak Bawa Puluhan Bebek Terobos Barikade Polisi Ketika Demo Tolak Omnibus Law
Dia mulai menulis selama masa dinas wajib militernya di Korea Selatan. Saat periode waktu itu dan terus melakukannya, yang membuatnya tumbuh memiliki hasrat alami untuk musik.
Di tahun 2018, DPR Live sempat bergabung bersama repertoar lain seperti SXSW Crush, Kard dan masih banyak lagi di konser SXSW.
“Salah satu tujuan saya adalah berpartisipasi di SXSW. Saya sangat senang memiliki kesempatan ini untuk menampilkan musik Korea di luar negeri,” ujarnya saat itu.

Ia juga pernah berduet dengan Bae Suzy di tahun 2018 dan mendapat apresiasi cukup tinggi.
Ternyata, DPR Live juga pernah tampil bersama bintang 88Rising yang menaungi Rich Brian dan Niki.
Di tahun 2020, DPR Live pernah diwawancarai Billboard sebelum perilisan album penuh terbarunya di tanggal 3 Maret.
Ia mengatakan sangat lega dengan apa yang telah dicapai selama dua tahun terakhir.
"Saya merasa sangat lega. Banyak hal terjadi pada saya dalam dua tahun terakhir dan saya tidak benar-benar menunjukkan diri saya kepada penggemar, kecuali melalui pertunjukan," katanya.
DPR mengakui dirinya cukup rumit karena kurang bisa mengungkapkan emosi.
"Dan emosi saya juga rumit. Setelah saya merilis album ini, saya merasa bebas dari beban berat. Ini keren, tapi sedih, kosong, dan rasanya enak. Ada begitu banyak emosi," paparnya.
"Saya mengalami kesulitan dalam prosesnya, tetapi saya puas karena pada akhirnya saya tampaknya memberikan semua yang saya inginkan," ujar DPR lagi.

Album penuh pertama itu berisi proses DPR keluar dari keterpurukan. "Sebenarnya, menurutku butuh waktu lebih lama untuk mengatasi keterpurukan daripada membuat musik," ucapnya.
• Viral Video Polisi Tangkap dan Aniaya Mahasiswa UBL, Begini Penjelasan Polda Lampung
Ia menjelaskan, lagu 1-4 berjudul 'Here Goes Nothing', 'Geronimo!', 'To Whoever' dan 'Out Of Control' dibuat selama tur dunia.
"Butuh waktu satu tahun untuk membuat lagu kelima yang berjudul 'Disconnect'. Saya tidak membuat musik selama setahun, tetapi saya fokus pada waktu saya sendiri," ucapnya.
Setelah mengatasi waktu itu, dirinya ingin menjangkau penggemar lebih banyak lagi.
"Saya tipe orang yang berusaha perlahan. Saya pikir album ini adalah hadiah untuk para penggemar. Seperti ketika saya banyak berpikir untuk memilih warna atau pita, saya peduli tentang detail dengan kasih sayang. Dua tahun bukanlah waktu yang lama, jika Anda menggabungkannya," ucapnya.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )