Bisnis
IHSG Diprediksi Menguat di Resistance Level 5.140 pada Perdagangan 09 Oktober 2020
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat sebesar resistance terdekatnya di level 5.140 dengan support terdekatnya di level 4.980 pada Jum
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja,Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat sebesar resistance terdekatnya di level 5.140 dengan support terdekatnya di level 4.980 pada Jumat (09/10/2020).
FAC Sekuritas Indonesia Cabang Yogyakarta, Ari Singgar Cahyani mengatakan, secara teknikal IHSG berhasil menembus level psikologisnya di angka 5.000 diikuti indikator stochastic dalam grafik harian (daily chart) yang mulai bergerak naik mininggalkan area oversold sehingga ruang penguatan IHSG masih terbuka.
"Sentimen positif pertama, Bank Indonesia (BI) merilis data penjualan ritel yang tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan Agustus 2020 tumbuh negatif 9,2%, membaik dibanding bulan Juli 2020 yang terkontraksi 12,3%yoy. Kabar positif juga datang dari eksternal, dimana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mengupayakan stimulus tambahan untuk mendorong perbaikan ekonomi lebih cepat," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Jumat (09/10/2020).
• Peta Sebaran Kasus Baru Covid-19 hingga Jumat 9 Oktober 2020 Pagi Ini, Data Rinci di 34 Provinsi
Di samping kabar positif market saat ini, lanjut Ari, dari dalam negeri pelaku pasar masih terus mewaspadai memanasnya beberapa aksi demonstrasi merespon penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker).
Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) sendiri dimaksudkan dapat mendorong iklim investasi terutama penanaman modal asing (PMA), beberapa diantaranya dengan cara mempermudah perizinan usaha, kebijakan fiskal yang lebih akomodatif, dan mempercepat belanja infrastruktur.
"Harapan efek positif jangka panjang dari undang-udang ini masih dibayangi pro dan kontra sejumlah lapisan masyarakat. Pelaku pasar akan mencermati dampak jangka pendek demonstrasi yang terjadi terhadap kegiatan ekonomi saat ini. Di saat yang sama, dikabarkan buruh mengancam akan melakukan mogok kerja sebagai bentuk penolakan disahkannya UU Omnibus Law," ujarnya.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Kamis (8/10/2020) ditutup menguat 0,7% di level 5.039,14.
Di saat yang sama, bursa regional mayoritas bergerak ke zona hijau, seperti Nikkei 225 (+0,96 %), ASX 200 (+1,09%), BSE sensex (+1,36%), dan Kospi (+0,21%).
Selanjutnya, nilai tukar rupiah menguat 0,23% terhadap dollar menjadi Rp14.750 (JISDOR).
• IHSG Diprediksi akan Menguat, Simak Rekomendasi Saham pada 08 September 2020
Seiring optimisme harapan efek positif jangka menengah ke panjang dari UU Omnibus Law bagi iklim usaha dan investasi Indonesia, data perdagangan mencatat saham-saham yang paling banyak dikoleksi investor asing pada perdagangan kemarin yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebesar Rp96,90 miliar, diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tercatat sebesar Rp40,70 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) tercatat sebesar Rp31,47 miliar.
Sedangkan, saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat sebesar Rp90,79 miliar, diikuti PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat sebesar Rp43,57 miliar dan PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TOWR) tercatat sebesar Rp32,64 miliar. (TRIBUNJOGJA.COM)