Breaking News:

Curhat Ke DWS, Kelompok Pembudidaya Ikan Gamping, Sleman Keluhkan Harga Pakan yang Mahal

Sejumlah peternak ikan yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Guyup Rukun, mengeluhkan tingginya harga pakan ikan

Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
Calon Bupati Sleman Nomor Urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS, - kanan) mencatat berbagai persoalan yang dihadapi kelompok budidaya ikan Guyup Rukun Dusun Baturan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah peternak ikan yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Guyup Rukun, mengeluhkan tingginya harga pakan ikan saat bertemu dengan Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) di Dusun Baturan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Rabu (7/10/2020).

Kepada DWS, para anggota kelompok yang sudah membudidayakan ikan Nila dan Bawal selama enam tahun tersebut mengeluhkan harga pakan yang terus naik.

"Waktu tahun 2017, harga pakan masih Rp204 ribu per sak. Sekarang sudah 222 ribu rupiah per sak, Pak," keluh Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Guyup Rukun, Santoso.

Santoso menambahkan, 70 persen dari seluruh biaya pembudidayaan ikan dihabiskan untuk pakan.

"Harga pakan tersebut yang membuat kami merasa berat," keluhnya.

Kelompok Kelompok Pembudidaya Ikan Guyup Rukun sendiri beranggotakan 25 orang warga Dusun Baturan, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Kolam yang mereka kelola berdiri diatas lahan pelungguh Dukuh setempat seluas 2.250 meter persegi yang dibagi menjadi 25 kolam.

Kedepan, Santoso dan teman- temannya berharap dapat mendapatkan pelatihan pembuatan pakan ikan dari pemerintah.

Selanjutnya, mereka juga berharap mendapat bantuan permodalan agar dapat memproduksi pakan ikan sendiri.

"Kalau bisa bikin pelet sendiri, paling tidak kami tidak perlu pusing lagi memikirkan harga pakan ikan," harap Santoso.

Merespon keluhan tersebut, DWS menyatakan jika diberi amanah memimpin Sleman usai kontestasi Pilkada 2020 mendatang, dirinya bakal menggandeng berbagai perguruan tinggi yang berada di Sleman guna membantu mendampingi masyarakat.

"Termasuk soal kendala pengembangan budidaya perikanan seperti di tempat ini. Saya akan meminta tolong ke mereka (kampus, red) agar mendampingi masyarakat di sini, agar dapat memecahkan persoalan mereka. Terutama agar mereka bisa memproduksi pakan ikan sendiri," kata calon bupati yang berpasangan dengan calon wakil bupati R. Agus Cholik (ACH) tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved