Grebeg UMKM DIY Kembali Antarkan Produk UMKM DIY Go Ekspor
Grebeg UMKM DIY Kembali Antarkan Produk UMKM DIY Go Ekspor. Kirim Produk ke Amerika dan Eropa
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY (BI DIY) kembali menggelar pelepasan produk UMKM premium sebagai rangkaian dari kegiatan business matching GREBEG UMKM DIY 2020, Selasa (6/10/2020).
Kali ini, produk premium UMKM binaan BI DIY yaitu PT Indo Risakti yang berhasil mencatatkan kontrak kerja ekspor dengan buyer dari Amerika Serikat.
Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan mengungkapkan bahwa BI sungguh berbangga dan memberi apresiasi terutama ke UMKM yang menaikkan levelnya ke ekspor.
Ia mengklasifikasikan jenis UMKM menjadi empat yakni UMKM potensial, unggul, digital dan yang terakhir adalah UMKM ekspor.
"Dalam catatan BI, dari neraca perdagangan ekspor impor, kita sangat terbantu dari ekspor nonmigas. Biasanya migas defisit, jasa juga defisit, tapi di perdagangan nonmigas yang surplus. UMKM di kala pandemi yang jadi penyelamat perekonomian," tuturnya.
Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Hilman mengatakan bahwa UMKM juga berkontribusi mengurangi kemiskinan dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Meski pihaknya mendorong agar UMKM dapat melakukan ekspor namun ia juga mengatakan bahwa pasar domestik juga penting untuk menahan derasnya produk UMKM dari luar negeri seperti di cina.
"Dan UMKM kita mampu berkompetisi dengan negara lain. Dan bisa tembus ekspor Amerika dan Eropa," paparnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan yang dilakukan BI selama ini adalah pembinaan UMKM dan tidak hanya sekadar bantuan dana.
Salah satunya adalah mendorong UMKM untuk tampil di GREBEG UMKM DIY. Ini merupakan etalase bagi UMKM DIY dalam berkarya.
Melalui event ini, UMKM DIY yang potensial dapat terseleksi dan terdata dengan komprehensif, sehingga dapat didorong untuk ‘naik kelas’ menghasilkan produk premium yang mendukung sektor pariwisata dan ekspor DIY.
Selain itu, melalui https//grebegumkmdiy.com produk-produk berkualitas pilihan ditampilkan dalam bentuk e-catalog maupun video yang atraktif dan dilengkapi dengan informasi profile pelaku UMKM dan product knowledge. Website ini akan terus berkembang dan konten akan terus bertambah.
"Dan ke depan diharapkan, akan menjadi ‘meeting point’ UMKM premium DIY dengan potential buyer baik dalam negeri maupun luar negeri, e-commerce platform, perbankan (funding), fintech dan pelaku bisnis," jelas Hilman.
• Pakar Hukum Atmajaya : Penghapusan Batas Waktu Kontrak Kerja Tak Untungkan Pekerja di Indonesia
• UMKM Binaan Pertamina Menginisiasi Honey Global Project
Adapun pasangan suami istri Windu Sinaga dan Riris Simanjuntak, owner PT Indo Risakti.
Mereka mengangankan wirausaha yang dapat melestarikan kekayaan budaya Indonesia dan memberdayakan masyarakat sekitar.
Menggandeng komunitas perajin dari berbagai desa di seputar Kabupaten Bantul dan Yogyakarta, Indo Risakti menciptakan produk home décor, seperti; keranjang, kotak hias, wall decor, mirror decor, dan lainnya.
Semua produk dibuat dari bahan alami ramah lingkungan serta mengusung ciri khas tradisional Indonesia.
Di tangan perajin handal, bahan baku seperti enceng gondok, pandan laut, mendong, batang pisang, hingga akar kayu bertransformasi menjadi produk berkualitas tinggi.
Mengedepankan desain ekslusif, kerapian, serta legalitas bahan, produk Indo Risakti sukses go ekspor dan mengangkat kekayaan Indonesia ke panggung dunia.
"Indo Risakti menjadi mitra BI DIY sejak awal tahun 2019. Selama menjadi mitra BI DIY dan mengikuti GREBEG UMKM DIY, banyak hal yang telah kami peroleh, antara lain program pelatihan pembuatan website, mengikuti kurasi New York Now 2020, Business Matching, mengikuti pameran fisik maupun virtual dan lainnya,”ujar Windu Sinaga.
Ekspor yang dilakukan saat ini sebanyak ak 10.000 item, dengan tujuan Amerika Serikat. Order dari buyer terdiri dari beberapa item, yaitu keranjang (basket), wall décor, cermin, table top (bowl).
Dalam kesempatan itu ia menceritakan bahwa awal pandemi memang terasa berat bagi perusahaannya.
Ada pesanan yang dibatalkan, barang produksi yang tidak bisa dikirim, dan pembayaran yang ditunda. Namun di awal Juni mereka sudah mulai ada pesanan, bahkan ada pembeli baru yang didapat saat pandemi.
Dan hingga kini, selama pandemi ini Indo Risakti sudah mengirimkan enam kontainer, dan di bulan ini akan menambah pengiriman tiga kontainer lagi. Rata-rata satu kontainer senilai USD 15-20 ribu.
"Di tengah pandemi COVID-19, penjualan Indo Risakti sampai dengan Oktober 2020, justru mengalami peningkatan 30% dan malah menambah buyer baru, yaitu Amerika Serikat dan Belanda," jelasnya.(Tribunjogja/Santo Ari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/grebeg-umkm-diy-kembali-antarkan-produk-umkm-diy-go-ekspor-1.jpg)