Eks Kapten PSS Sleman Jodi Kustiawan Gabung Latihan PSIM Yogyakarta, Begini Komentar Seto
Eks Kapten PSS Sleman Jodi Kustiawan Gabung Latihan PSIM Yogyakarta, Begini Komentar Seto
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mantan kapten PSS Sleman, Jodi Kustiawan tampak bergabung pada dua sesi latihan PSIM Yogyakarta, yakni pada Senin (5/10/2020) di Stadion Mandala Krida dan Selasa (6/10/2020) di Lapangan Semail, Sewon, Bantul.
Sama halnya dengan Hendika Arga yang sudah terlebih dulu merapat, Jodi Kustiawan juga mengenakan jersey tanpa nomor punggung pada sesi latihan klub berjuluk Laskar Mataram.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro tak memungkiri bila timnya membutuhkan tambahan pemain untuk memperkuat barisan lini belakang.
Nah kehadiran Jodi Kustiawan yang merupakan mantan anak asuhnya di PSS Sleman, tentu saja menambah opsi lini belakang PSIM Yogyakarta khususnya posisi bek tengah yang sejauh ini telah diisi Sunni Hizbullah, Purwaka Yudi, Kurniadi Trisakti, dan Al Rizqy.
"Ya memang itu (butuh tambahan lini belakang-red), tapi sementara Jodi ikut latihan saja," ujar Seto Nurdiyantoro ditemui seusai sesi latihan.
"Dia (Jodi) ikut latihan, karena kebetulan tinggal di Jogja. Kemudian dia juga sudah tidak terikat kontrak dengan tim Persijap Jepara. Saya pribadi ok, teman-teman di tim juga welcome, jadi harapannya Jodi enjoy saja," tambahnya.
• PSIM Yogyakarta Berduka, Wakil Presiden Brajamusti Saga Susanto Berpulang
• Liga 2 2020 Ditunda, PSIM Yogyakarta Punya Tambahan Waktu Datangkan Pemain Baru
Meski sudah bergabung pada dua sesi latihan tim, Seto berujar masih akan memantau perkembangan Jodi Kustiawan dalam beberapa waktu ke depan.
"Masih kita lihat, tidak ada batas waktunya sampai kapan," jelas Seto.
Sebagaimana diketahui, pada awal musim 2020 Jodi Kustiawan memperkuat Persijap Jepara.
Namun kemudian tidak tercapainya renegosiasi kontrak membuat Jodi beserta sembilan pemain Laskar Kalinyamat memutuskan hengkang.
Sementara itu soal program latihan tim, Seto mengaku fokus mempersiapkan timnya menghadapi lanjutan Liga 2 2020, November 2020 mendatang.
"Kemarin dari federasi kan satu bulan penundaannya, ya kita tetap fokus di situ. Sambil kita sama-sama belajar. Saya pribadi belajar, tim pelatih belajar, pemain juga belajar.
Masukan-masukan dari pemain kita sering tukar pikiran. Ya meski semua masih belum jelas, tapi kita bersepakat dengan pemain untuk sama sama belajar baik teknis, taktik, dan strategi. Sambil menunggu kepastiannya," ujar eks pelatih PSS ini.
Selain itu, Seto berharap timnya juga mendapat kesempatan untuk kembali beruji tanding.
Peluang beruji tanding tentu terbuka, apalagi beberapa tim Liga 1 yakni Persiraja Banda Aceh dan PSM Makassar memutuskan untuk tetap tinggal di Yogyakarta sembari menanti kepastian lanjutan kompetisi.
"Untuk rencana uji tanding belum, tapi kita coba mencari-cari. Penjajakan juga dilakukan. PSM Makassar dan Persiraja Banda Aceh kan juga di sini. Mungkin sudah ada komunikasi, cuma waktunya yang pas masih kita cari," pungkasnya. (Tribunjogja/Hanif Suryo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/eks-kapten-pss-sleman-jodi-kustiawan-gabung-latihan-psim-yogyakarta-begini-komentar-seto.jpg)