Bisnis

Penutupan IHSG Terkoreksi 0,87 Persen, Saham BMRI Paling Dilirik Asing pada 02 Oktober 2020

Sekuritas FAC Indonesia Cabang Yogyakarta, Ari Singgar Cahyani mengatakan, IHSG tertekan seiring doninansi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
dok.via kompas.com
Ilustrasi IHSG 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Jumat (2/10/20) sebesar 43,36 poin atau -0,87 persen di level 4.926,73.

Senada dengan penutupan IHSG, bursa regional mayoritas ditutup di zona merah, seperti Nikkei 225 (-0,67 persen), STI (-0,35 persen ), dan ASX 200 (-1,39 persen).

Sekuritas FAC Indonesia Cabang Yogyakarta, Ari Singgar Cahyani mengatakan, IHSG tertekan seiring doninansi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

"Dari dalam negeri, rilis data Inflasi Indonesia masih mengalami deflasi sebesar 0,05 persen, melanjutkan deflasi dua bulan berturut-turut yang sudah terjadi terkontraksi sejak Juli 0,10 persen dan Agustus 0,05 persen . Hal ini mengindikasikan adanya masalah pada daya beli masyarakat Indonesia," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Jumat (02/10/2020).

IHSG Diperkirakan Bergerak Fluktuatif, Deflasi Dorong Melemahnya Pasar Saham pada 02 Oktober 2020

Deflasi yang sudah terjadi selama tiga bulan berturut ini, lanjut Ari, menyebabkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak lebih lanjut akibat pandemi Covid-19 artinya Indonesia semakin dekat dengan resesi.

Sedangkan dari luar negeri, kali ini kabar kurang baik datang dari Amerika Serikat bahwa Presiden AS Donald Trump terjangkit virus Covid-19.

"Kabar ini disampaikan melalui akun twitternya @RealDonaldTrump. Selain itu, belum usainya pembahasan paket stimulus yang direncanakan Pemerintah AS menyebabkan turunnya optimisme pelaku pasar bahwa paket stimulus sebesar 2,2 triliun dolar Amerika Serikat (AS) untuk bantuan kepada pengganguran dan industri penerbangan akan disahkan dalam waktu dekat," ujarnya.

Pergerakan saham hari ini, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp49,10 miliar.

Dulu Menyepelekan Sekarang Positif COVID-19, Ini 7 Pernyataan Kontroversial Donald Trump Soal Corona

Saham-saham yang paling banyak dilego investor asing hari ini adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tercatat jual bersih asing sebesar Rp37,19 miliar, diikuti PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) tercatat jual bersih asing sebesar Rp21,09 miliar.

Lalu, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat jual bersih asing sebesar Rp21,01 miliar.

Di sisi lain saham-saham yang paling banyak dikoleksi oleh investor asing hari ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat beli bersih asing sebesar Rp54,99 miliar.

Diikuti PT Astra International Tbk (ASII) tercatat beli bersih investor asing sebesar Rp32,60 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat beli bersih investor asing sebesar Rp29,68 miliar.

Adapun, saham yang menduduki top gainer pada perdagangan hari ini yaitu, KARW, POLU, ESIP, ROCK, dan KOTA. Sedangkan, top lose pada perdagangan ditempati SOFA, GLOB, SOHO, DUCK, IFSH.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved