Lucu! Selama Tiga Bulan Siswa Ini Belajar Daring, Ternyata Ia dan Gurunya Beda Sekolah
Belajar daring memang banyak suka dukanya. Mulai dari jaringan yang kurang baik hingga aplikasi yang sering keluar sendiri. Namun, ada satu cerita
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Belajar daring memang banyak suka dukanya. Mulai dari jaringan yang kurang baik hingga aplikasi yang sering keluar sendiri.
Namun, ada satu cerita lucu datang dari seorang siswa yang ternyata tidak satu sekolah dengan gurunya selama belajar daring.
Hal itu diceritakan oleh tenaga pendidik bernama Harianto Andi Ma'tu di akun Faceooknya bernama sama.
Awalnya, Harianto tidak curiga dengan identitas anak itu. Sebab, ada seorang siswa yang bernama sama dan mungkin siswa tersebut adalah siswanya.
"Setelah hampir 3 bulan (tengah semester) baru sadar kami ternyata berbeda sekolah," buka Harianto. Ia pun kemudian menceritakan kronologi kisah uniknya itu.
Pada 29 Juli 2020, siswa yang baru kelas 7 itu mengirimkan tugas IPA pertamanya, dari modul yang dibagikan.
"Cek nama ok (terdaftar), cek alamat (bingung, dari dusun mana), mungkin salah tulis. Saya periksa dan jawabannya benar. Disapa Bu pertama kalinya tak masalah, mungkin belum kenal. Padahal di awal, saya telah menemui dan memperkenalkan diri ke semua siswa baru (kecuali yang berhalangan hadir)," ucapnya.
Ia kemudian melanjutkan, pada 4 Agustus 2020, siswa itu mengirimkan tugas ke-2 modul.
"Saya periksa jawabannya. Saya sarankan untuk menuliskan nilai hasil pengukuran yang dilakukan dengan satuan tidak baku. Tetap, disapa Bu. Saya sampaikan nama saya Harianto (berharap disapa Pak)," katanya lagi.
Pada 5 Agustus 2020, siswa itu kembali mengirimkan tugas PAI.
"Saya lihat jawaban ananda berbeda dari soal di aplikasi yang dibagikan di awal pekan (setiap hari Senin). Saya hanya menduga, ini mungkin hasil belajar dengan guru PAI. Tetap disapa Bu," ucapnya.
Di tanggal 7 Agustus 2020, siswa mengirimkan perbaikan tugas ke-2, menulis nilai hasil pengukuran benda. Pada 8 Agustus 2020, iakeluar dari grup belajar IPA.
"Saya mengira dia kurang nyaman sebab nomor WhatsApp tersebut sepertinya milik ayahnya (dari nama akun dan nama orang tua di lembar modul)," duga si guru.
Kesalahpahaman itu masih terjadi. 16 Agustus 2020, ananda bertanya bahwa besok hari kemerdekaan (tanggal merah). Tepat pada hari Senin, aplikasi belajar pekan diberikan.
"Saya sampaikan aplikasi belajar akan dibagikan di esok harinya, hari Selasa. Tetap disapa Bu, saya sampaikan nama lengkap," papar si guru.
Masih berlanjut, 22 Agustus 2020, ananda mengirimkan tugas terakhir dari modul KD pertama.
"Saya hanya heran, kenapa ananda tak pernah menyinggung aplikasi yang telah diberikan (dari nomor ayahnya). Ada seorang anak dengan nama mirip mengirimkan tugas pekanan dari aplikasi. Saya mengira ananda telah memiliki ponsel sendiri," ucapnya.
Baru di bulan September 2020, guru ini merasa kurang nyaman terus menerus dipanggil 'Bu'.
"23 September 2020, ananda mengirimkan pesan salam dan menanyakan halaman tugas. Saya kirimkan modul pekan ini. Tetap menanyakan halaman. Saya sampaikan tugasnya ada di dalam modul tersebut. Saya tetap disapa Bu. Saya sampaikan nama lengkap kembali (mulai sebal disapa Bu)," jelasnya.
"24 September 2020, ananda kembali bertanya perihal tugasnya dan mengklarifikasi nama gurunya, dengan Ibu U," terangnya.
Guru pun semakin janggal dan mulai menyelidiki apa yang terjadi.
"Astaga, baru sadar ananda sepertinya bukan siswa dari sekolah kami. Saya kembali periksa foto jawaban modul yang telah dikirimkannya," tulis Harianto.
Ia kembali membeberkan, pada foto pertama tak ada yang aneh, kecuali alamat tadi.
Kemudian, pada foto modul tugas ke 2 dan 3, ia memperhatikan pada catatan lembar tertulis nama dan nomor ponsel berbeda, bukan milik dirinya
"Di situ, tertulis nama dan nomor adik kelas, teman, rekan saya di kabupaten tetangga. Modul ini pernah saya bagikan ke rekan sejawat, termasuk beliau untuk bersama menguji efektivitas modul ini," ucap Harianto.
Akhirnya, ia pun menyampaikan klarifikasi pada anak tersebut. "Alhamdulillah dimengerti dan ananda tetap boleh belajar bersama saya," tandasnya.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-kuliah-online.jpg)