Rapid Test Antigen Bakal Gantikan Rapid Test Antibodi, Ini Perbedaan Keduanya
Rapid tes antigen disebut telah bisa digunakan sesuai rekomendasi WHO menggantikan rapid test antibodi
Spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah darah.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada komunitas (masyarakat).
• BREAKING NEWS : Tambahan 49 Kasus Baru Covid-19 di DIY Hari Ini, Berikut Rincian Riwayatnya
• Peta Sebaran Kasus Baru Covid-19 Selasa 29 September 2020, Berikut Data Rinci di 34 Provinsi
2. Rapid test antigen
Spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah swab orofaring atau swab nasofaring.
Pemeriksaan ini dilakukan di fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) yang memiliki fasilitas biosafety cabinet.
Rapid test antibodi atau rapid test antigen selama ini digunakan pada orang tanpa gejala (OTG) atau orang yang telah kontak dengan pasien konfirmasi Covid-19.
Namun, rapid test antibodi dan atau rapid test antigen dapat juga digunakan untuk mendeteksi kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM).
Perlu menjadi pemahaman bersama, pemeriksaan rapid test antibodi dan atau rapid test antigen hanya merupakan screening awal.
Jadi, hasil pemeriksaan rapid test antibodi atau rapid test antigen harus tetap dikonfirmasi dengan menggunakan RT-PCR. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satgas Covid-19: Swab Antigen Bisa Gantikan Rapid Test Antibodi"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-rapid-test-antigen.jpg)