Bisnis

Pekerja Event Dapat Selenggarakan Pertunjukan Berkonsep Hybrid

Dalam masa kebiasaan baru Covid-19 saat ini, pekerja event diharapkan juga mampu beradaptasi, tetap membuat karya namun juga menerapkan protokol keseh

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
Tribunjogja/Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam masa kebiasaan baru Covid-19 saat ini, pekerja event diharapkan juga mampu beradaptasi, tetap membuat karya namun juga menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menjelaskan bahwa pariwisata itu identik dengan pergerakan orang, dan jika kita menunggu keadaan normal tanpa melakukan hal produktif tentu tidak akan membantu jalannya roda perekonomian.

Termasuk untuk para pekerja event. Namun untuk melakukan pertunjukan seperti saat sebelum pandemi, hal itu juga tidak memungkinkan.

"Sekarang belum bisa karena pandemi belum berakhir, dan vaksin belum ada. Kondisi ini memberatkan teman-teman pekerja event. Agar pegiat event agar tetap produktif tapi juga aman, maka bisa dilakukan secara virtual, ini bagian dari solusi," jelasnya Senin (28/9/2020).

Namun demikian, ia juga mengusulkan penyelenggaraan acara dengan konsep hybrid, yakni penggabungan antara virtual dan offline. Tentu dengan melakukan pembatasan yang ketat untuk keperluan offline-nya.

Penjelasan Dokter Soal Viral Kisah Gadis 20 Tahun Lumpuh Akibat Sering Minum Boba

Bagaimanapun, masyarakat pasti ingin dekat dengan artis melalui sebuah pertunjukan yang ditonton secara langsung.

Suasana pertunjukan pun pasti berbeda dari pada melihat di tv atau di layar HP.

Namun demikian, ia menilai bahwa dengan membuat pertunjukan dengan konsep hibrid pun juga tidak memberikan keuntungan bagi pekerja event.

"Kalau menghitung keuntungan dari tiket yang dijual, pasti tidak akan BEP (break even point). Tapi (konsep ini) bisa dijadikan untuk uji coba," ujarnya.

Kembali dari Banten dan Surabaya, 4 Warga Gunungkidul Dinyatakan Positif COVID-19

Ia meyakini bahwa pekerja event sudah memiliki kemampuan untuk membuat pertunjukan secara online atau virtual.

Jika itu dikombinasikan dengan offline, maka tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

Seperti penjualan tiket atau reservasi secara online, dan memastikan yang datang sehat dan menerapkan protokol kesehatan misalnya mengenakan masker dan menjaga jarak.

"Ini agar produktif dan aman jadi dilakukan virtual dan offline dengan hybrid," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved