Yogyakarta
Malioboro Kembali Dibanjiri Wisatawan Luar Daerah, UPT Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan
Bahkan, sejumlah kantong parkir utama, mulai dari Abu Bakar Ali, sampai Senopati, dipenuhi kendaraan roda empat, baik mobil pribadi, maupun bus ukuran
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah wisatawan di kawasan Malioboro kembali mengalami lonjakan di sepanjang Minggu (27/9/2020).
Bahkan, sejumlah kantong parkir utama, mulai dari Abu Bakar Ali, sampai Senopati, dipenuhi kendaraan roda empat, baik mobil pribadi, maupun bus ukuran besar.
Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro, Ekwanto pun membenarkan hal tersebut, meski jumlah pengunjung tidak sebanyak saat long weekend beberapa waktu kemarin. Hanya saja, pihaknya menemui beberapa rombongan wisatawan yang berasal dari luar wilayah Yogyakarta.
"Ya, ada rombongan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Jakarta. Kalau untuk jumlah keseluruhan kita belum dapat memastikan ya, tapi kemungkinan ada ratusan pengunjungnya," ujarnya, Minggu (27/9/2020).
• Pengunjung Malioboro Membludak, Ini Antisipasi Petugas Jogoboro
Namun, Ekwanto bisa memastikan, protokol kesehatan tetap diterapkannya dengan sungguh-sungguh, sebagai antisipasi sebaran Covid-19 yang belum mereda.
Menurutnya, hal ini harus dilakukan, untuk menghindari penularan virus di Malioboro yang sarat akan pengunjung.
Bahkan, tambahnya, screening sudah dilakukan sejak para wisatawan memasuki kantong-kantong parkir.
Ya, sebelum mereka turun dari bus, terutama bagi pengunjung dari luar daerah, terlebih dahulu diwajibkan menunjukkan surat keterangan sehat sebagai syarat mutlak.
• UGM Kembangkan Sistem Peringatan Dini, Bisa Deteksi Gempa Bumi Sejak Beberapa Hari Sebelumnya
Ketika surat keterangan sehat yang ditunjukkan tersebut sudah diperiksa keabsahannya oleh petugas, satu per satu wisatawan pun menjalani cek suhu badan menggunakan thermo gun, sebagai deteksi dini.
Selanjutnya, mereka diwajibkan pula mencuci kedua tangannya.
"Setelah proses itu dilalui, wisatawan juga tidak bisa serta merta masuk kawasan Malioboro. Kita lihat dulu, tingkat kepadatannya bagaimana. Kalau masih terlalu penuh, mereka diminta menunggu," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jumlah-wisatawan-di-kawasan-malioboro-kembali-mengalami-lonjakan.jpg)