Update Corona di DI Yogyakarta

Satu ASN Terpapar Covid-19 Meninggal, Pemda DIY Belum Terapkan WFH

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan perkantoran pihaknya juga telah melakukan tes cepat kepada sejumlah ASN.

Tayang:
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY belum berencana untuk kembali memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menyusul meninggalnya seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan setempat akibat terpapar Covid-19

"Belum ada. Tentu kami akan melihat perkembangan terlebih dahulu dan hasil dari rapid test seluruh ASN. Memang ada yang reaktif saat hasilnya keluar, namun saat di tes usap hasilnya negatif," kata Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid- 19 DIY, Biwara Yuswantana, Kamis (24/9/2020). 

Biwara menyatakan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan perkantoran pihaknya juga telah melakukan tes cepat kepada sejumlah ASN dalam rangka pelacakan dan mengontrol sebaran virus.

Sejumlah ASN yang pernah melakukan kontak erat dengan ASN yang terpapar Covid-19 wajib dilakukan tes cepat Covid-19. 

BREAKING NEWS : Pemda DIY Benarkan ASN Dinas Kesehatan DIY Meninggal karena Covid-19

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengetatan terhadap aktivitas perkantoran sambil terus mengingatkan kepada para ASN untuk tetap mematuhi standar protokol kesehatan Covid-19 saat bekerja.

"Satu di antara upaya kami itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di perkantoran. Prinsipnya pasti semua ASN akan di tes cepat," katanya. 

Meskipun angka positive rate Covid-19 di DIY hampir menyentuh angka 5 persen, Biwara menyampaikan bahwa Pemda setempat bakal berusaha semaksimal mungkin dan akan terus melakukan koordinasi terhadap laporan terkini dari instansi kesehatan. 

"Antisipasi terhadap lonjakan kasus tentu terus diupayakan, semisal dengan pengadaan multivitamin bagi ASN. Tren kasus saat ini juga sudah diperhitungkan dan sejumlah upaya untuk penanggulangan sudah dilakukan sampai Januari mendatang," imbuhnya. 

"Yang jelas kami akan memastikan bahwa pelayanan kesehatan dan penanganan medis dari kebijakan pelacakan yang masif sekarang ini bisa tertangani dengan baik dan itu bisa dilihat dari persentase penggunaan kamar," imbuhnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved