BUMDes Bakal Diverifikasi Demi Mempercepat Perekonomian Desa
Untuk mempercepat perekonomian desa, pemerintah mendorong verifikasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
TRIBUNJOGJA.COM – Untuk mempercepat perekonomian desa, pemerintah mendorong verifikasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Nantinya BUMDes yang diverifikasi akan dilihat unit usaha yang dijalankan sehingga dapat diklasifikasi perkembangannya.
"Jadi kita tahu BUMDes yang sudah bagus, mana yang menengah kita tahu secara detail," ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, seperti dilansir Kontan, Kamis (24/9/2020).
Menurut Abdul Halim, pada bulan Juli lalu telah ada 10.629 BUMDes yang telah diverifikasi oleh Kementerian Desa PDTT. Dari jumlah BUMDes yang telah terdata, total omzetnya mencapai Rp 938 miliar.
Pada bulan Agustus 2020, tambahan yang diverifikasi mencapai 20.046 BUMDes dengan total omzet Rp 1,173 triliun. Sedangkan pada September hingga Oktober rencananya akan ada 10.159 BUMDes yang diverifikasi untuk melihat jenis usahanya.
"Karena kita menemukan banyak BUMDes yang berdiri tapi tidak memiliki unit usaha," terang Abdul Halim.
Selain itu, terdapat fasilitasi terhadap 14.045 BUMDes. Bentuk fasilitas tersebut antara lain adalah dengan pembiayaan hingga pendampingan bisnis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mendes-pdtt-ri-abdul-halim-iskandar.jpg)