Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Ada Sekitar 60 Perusahaan dengan Risiko Tinggi Penularan Covid-19

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY melakukan pemetaan badan usaha atau perusahaan yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Disnakertrans DIY Aria Nugrahadi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY melakukan pemetaan badan usaha atau perusahaan yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19.

Kepala Disnakertrans DIY Aria Nugrahadi mengatakan, saat ini ada sekitar 60 perusahaan yang mempekerjakan ratusan hingga ribuan orang dalam satu tempat.

Selain banyaknya pekerja, lingkungan kerja yang memiliki luasan terbatas juga menjadi pertimbangan pihaknya menkategorikan perusahaan tersebut berisiko tinggi.

"Ada lebih dari 60 perusahaan. Semuanya melalui pegawai pengawas ketenagakerjaan kami. kami lakukan monitoring dan (mewajibkan menggunakan) Jogja Pass," ungkap Aria, ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (23/9/2020).

BREAKING NEWS : Pemda DIY Benarkan ASN Dinas Kesehatan DIY Meninggal karena Covid-19

Dari 60 perusahaan tersebut, dijelaskan Aria seluruhnya merupakan pabrik.

Mulai dari yang bergerak di pengolahan tembakau, kain, makanan dan minuman, dan sebagainya.

Ia menegaskan bahwa 60 pabrik ini adalah yang pertama dijadikan percontohan, mengingat ada sekitar 4.600 perusahaan di bawah naungannya.

Namun, sebagian besar yakni kurang lebih 3.000 perusahaan atau badan usaha mempekerjakan kurang dari 10 pekerja di lingkungan kerja.

"Kemarin sudah ke Semin (Gunungkidul), ada 700 orang pekerja, protokol Covid-19 oke. Misal jumlah wastafel kurang banyak, kita minta tindak lanjut dan monitor pengawas ketenagakerjaan kami, selanjutnya dipenuhi," urainya.

Selanjutnya, untuk agenda monitoring mendatang Aria mengatakan akan mendatangi 2 pabrik di Sleman untuk memeriksa penerapan protokol kesehatannya.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 23 September 2020, Tambahan 63 Konfirmasi Positif

"Besok memastikan. Setiap hari pengawas kami memonitor pelaksanaan SOP itu. Tapi kami secara berkala melakukan uji sampel langsung ke titik. Tidak kami beritahukan sebelumnya, kami ingin tahu protokol Covid-19 dilakukan. Sudah 4 Minggu ini, awareness baik pengusaha atau pekerja mematuhi protokol dengan baik," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Roni Primantohari Tidak hanya bisa digunakan untuk pendataan urusan pariwisata dan pendidikan, Jogja Pass dijelaskan Roni juga bisa digunakan untuk absensi di tempat kerja maupun pabrik yang menampung banyak karyawan.

"Saat ini ada 67 pabrik yang kami bimbing untuk melakukan tracing seandainya terjadi sesuatu. Itu absensi keluar masuk arena pabrik, yang sudah siap separuhnya," ujarnya.

Kesiapan tersebut dibutuhkan lantaran perlu melatih operator, perangkat yang membaca, dan analisis yang berada dalam pendampingan Diskominfo.

"Pihak lain yang memerlukan bisa menghubungi kami. Data di sana bisa menganalisis dalam pabrik atau keperluan kita seandainya terjadi," tutur Roni. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved