Fenomena Equinox, Suhu Udara Yogyakarta Bisa Mencapai 36 Derajat Celcius
Peningkatan suhu udara di wilayah Yogyakarta akhir-akhir ini disebabkan oleh fenomena equinox
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peningkatan suhu udara di wilayah Yogyakarta akhir-akhir ini disebabkan oleh fenomena equinox. Fase ini terjadi ketika matahari berada tepat di atas garis katulistiwa.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas memprediksi bahwa suhu panas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini bisa berlangsung hingga bulan Oktober mendatang.
• Banjir Bandang Terjang Satu Desa di Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG
Peningkatan suhu udara yang sudah tercatat bisa mencapai 36 derajat celcius.
"Peningkatan suhu udara ini karena matahari mendekati dan akan berada di garis khatulistiwa. Sehingga suhu udara jauh lebih tinggi dari suhu biasanya," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (20/9/2020).
Ia mengatakan pada bulan September ini posisi matahari berada di bumi belahan Utara dan bergerak ke bumi belahan Selatan melewati Khatulistiwa.
"Pada tanggal 23 September nanti posisi matahari tepat berada di Khatulistiwa."
"Sehingga radiasi yang diterima cukup maksimal dan mengakibatkan suhu udara yang dirasakan lebih panas dari biasanya," katanya tambahnya.
Oleh karena itu suhu udara tertinggi di bulan September khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa mencapai 36 derajat celcius.
Namun begitu, peningkatan suhu udara tidak akan berdampak terlalu besar.
Hanya saja masyarakat akan merasakan gerah yang tidak seperti biasanya.
• Suara Dentuman Misterius di Jakarta, Berikut Pengakuan Warga hingga Penjelasan BMKG
"Apalagi sekarang DIY sedang musim kemarau. Hal ini akan menambah suasana siang hari lebih terik dari biasanya. Bahkan bisa sebabkan dehidrasi bagi yang bekerja di luar ruangan," imbuh Reni.
Atas fenomena itu, Reni mengimbau supaya masyarakat tetap menjaga kesehatan badan.
"Minum vitamin dan perbanyak minum air putih supaya terhindar dari dehidrasi," pungkasnya. (Tribunjogja/Miftahul Huda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bmkg-waspada-3-hari-cuaca-panas-di-yogyakarta-setelahnya-hujan-lebat.jpg)