Persiba Bantul
Rayakan Ulang Tahun ke-53, Saatnya Persiba Bantul Bangkit
Pasang surut prestasi mengiringi kiprah klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Bantul, Persiba Bantul, yang genap berusia 53 tahun, Senin (21/9/2020).
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Manajer Persiba Bantul, Rumawan mengatakan, sedianya perayaan hari jadi Persiba dikemas dengan laga uji tanding di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (21/9/2020) sore.
Namun hal tersebut urung direalisasikan lantaran adanya pandemi Covid-19.
"Peringatan hari jadi Persiba dialihkan ke acara internal tim berupa pemotongan tumpeng dan doa bersama. Harapan saya, semua pihak bisa bersinergi bersama, merapatkan barisan untuk Persiba," ujar Rumawan, Senin (21/9/2020).
"Kemudian kita buat program jangka panjang, arahnya pembinaan namun juga mempersiapkan diri menghadapi Liga 3, meski masih menunggu regulasi. Pemain muda, asli Bantul, menjadi prioritas Persiba. Ketika regulasi jelas, baru kita tambah pemain," tambahnya.
Rumawan juga berharap, siapapun yang kelak memimpin Kabupaten Bantul berdasarkan hasil Pilkada 2020, dapat peduli dengan Persiba Bantul.
• Liga 3 2020 Dipastikan Bergulir, Persiba Bantul Bakal Mulai Siapkan Tim Akhir Juli 2020
"Dan harapannya siapapun yang terpilih pada Pilkada Kabupaten Bantul 2020 ini, senang dan peduli dengan Persiba Bantul. Itu saja," ujarnya.
Terpisah, mantan kapten tim Persiba Bantul, Wahyu Wijiastanto berharap Laskar Sultan Agung dapat kembali eksis di kancah sepak bola Tanah Air.
"Semoga Persiba Bantul dapat kembali eksis di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. Saya selalu pantau perkembangan Persiba lewat media sosial maupun sesama mantan pemain. Ada rasa prihatin melihat kondisi Persiba saat ini," ujar Wahyu Wijiastanto.
Harapan yang sama juga dipanjatkan Nopendi, mantan full back Persiba Bantul.
"Semoga Persiba lekas kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Semoga Persiba juga dapat diperhatikan oleh segala pihak. Suporter, manajemen, dan pemerintah daerah tentunya harus sejalan. Klub kebanggan kita semua ini harus dirumat tenanan," ujar pria yang kini juga menangani Persiba bersama Sudarmaji ini.
"Dalam beberapa tahun ke belakang, menurut saya tidak semeriah dulu, tidak segreget dahulu. Sebenarnya semua kembali kepada pengurus klub. Kalau pengurus klub, pemain, suporter, dapat sejalan tentunya bagus. Dulu semua berjalan bersama-sama, jadi lebih enak. Walaupun dulu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tapi kan semua klub saat itu juga sama," lanjutnya.
• Persiapan Hadapi Liga 3 2020, Persiba Bantul Mulai Galang Kekuatan
"Nah sekarang pun sebenarnya sama, klub tidak lagi menggunakan APBD, namun semua klub kan juga demikian. Dengan atau tidak menggunakan APBD menurut saya sama saja, toh tim-tim lain saat ini juga bisa jalan tanpa sokongan dana APBD," tambah Nopendi.
Sembari menanti kepastian kompetisi dan regulasi, menurut Nopendi persiapan jangka panjang memang dibutuhkan.
Sebab, membangun tim yang solid bukanlah melalui proses yang instan.
"Tahun ini juga bisa dijadikan ajang persiapan untuk musim depan, sembari menunggu regulasi dan kepastian kompetisi. Ambil pemain muda lewat proses seleksi, tapi harus ada kejelasan kontrak juga. Jadi musim depan sudah siap berkompetisi," ujar Nopendi.
"Sebenarnya sejak dulu hingga saat ini banyak pemain potensial di Bantul. Cuma, dulu jenjangnya jelas. Nah ini juga yang jadi pekerjaan rumah untuk stakeholder sepak bola di Bantul," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rayakan-ulang-tahun-ke-53-saatnya-persiba-bantul-bangkit.jpg)