Jenazah Rinaldi Disemayamkan Terpisah dari Rumah Duka

Setelah hampir lima menit dimasukkan ke dalam rumah, peti jenazah Rinaldi tak berselang lama kembali dikeluarkan.

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: ribut raharjo
TRIBUN JOGJA/M HUDA
Jenazah almarhum disemayamkan, ditemani sang adik, Senin (21/9/2020) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jenazah korban pembunuhan dan mutilasi di Kalibata City, Rinaldi Harley Wismanu, disemayamkan di tempat terpisah dari rumah duka, Senin (21/9/2020), pukul 00.30.

Setelah hampir lima menit dimasukkan ke dalam rumah, peti jenazah Rinaldi tak berselang lama kembali dikeluarkan untuk dibawa ke ruang terpisah guna disemayamkan.

Adik Rinaldi, Adila Maulana Syahbani, tampak terpukul dan menangis menyaksikan jenazah kakak tercinta di tempat persemayaman.

Pantauan Tribunjogja.com, sejumlah warga turut berjaga-jaga di sekitar lapangan mini Dusun Nologaten, yang dijadikan tempat persemayaman Rinaldi.

Hingga pukul 00.35 WIB, belum ada yang bersedia untuk dimintai keterangan. Namun, terlihat kerabat korban sudah ada yang mulai bersiap untuk salat jenazah.

Sebelumnya, isak tangis keluarga pecah begitu jenazah Rinaldi Harley Wismanu sampai di rumah duka Dusun Nologaten, Depok, Kabupaten Sleman, Senin (2019/2020) dini hari, sekitar pukul 00.10 WIB.

"Assalamualaikum, Mas. Assalamualaikum, Mas," teriakan salam tiada henti keluar dari anggota keluarga di rumah duka.

Almarhum Rinaldi diantar menggunakan kendaraan ambulans dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, yang dikawal dua mobil lain.

Sesampainya di area rumah, mobil yang membawa peti jenazah Rinaldi seketika disemprot disinfektan oleh pihak desa setempat.

Hingga pukul 00.15, area rumah duka dijaga oleh warga sekitar. Awak media belum diperkenankan masuk.

Informasi yang dihimpun, almarhum akan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat, Senin pagi ini.

Seperti diberitakan, Rinaldi merupakan korban pembunuhan mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Pelaku berjumlah dua orang, yakni Djumadil Al Fajri (26) dan Laeli Atik Supriyatin (27).

Mereka adalah sepasang kekasih.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved