Sumur Bor Gunungsari Bejiharjo Rusak, Wahyu Purwanto Turun Tangan
Gerakan sosial yang digembar-gemborkan Wahyu Purwanto pasca -mundur dari bursa pencalonan Pilkada Gunungkidul kian gencar dilakukan.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gerakan sosial yang digembar-gemborkan Wahyu Purwanto pasca -mundur dari bursa pencalonan Pilkada Gunungkidul kian gencar dilakukan.
Bersama Tim Panca Manggala, Wahyu belum lama ini mengunjungi Pedukuhan Gunungsari, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo.
Kedatangannya ke wilayah tersebut untuk memastikan laporan dari warga terkait permasalahan yang terjadi pada sumur bor di pedukuhan tersebut.
"Menurut laporan yang kami terima, sumur tersebut mangkrak dan mengalami kerusakan sejak 4 bulan lalu," kata Wahyu lewat keterangannya pada Minggu (20/09/2020).
Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, mangkraknya sumur bor terjadi lantaran ada komponen alat listrik yang rusak. Alhasil, air tak bisa terangkat karena sumur sama sekali tak bisa berfungsi.
Wahyu mengatakan pihaknya akan turun tangan untuk mengupayakan perbaikan sumur bor tersebut.
Termasuk menerjunkan personel guna mengidentifikasi kerusakan yang terjadi.
"Kami juga akan berkomunikasi dengan instansi-instansi terkait untuk optimalisasi sumur bor ini. Sebab sangat mungkin untuk dimanfaatkan lebih jauh," jelasnya.
• Lebih Aman dari Penularan Covid-19, KPU Gunungkidul Imbau Paslon Maksimalkan Kampanye Daring
• Akhir Cerita Penipu Anak Presiden Jokowi, Ditangkap Polisi Setelah Sempat Minta Maaf ke Kaesang
Menurutnya, air dari sumur bor ini sangat bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian.
Pihaknya pun mengupayakan agar jalur air juga dibangun menuju ladang-ladang yang diolah warga.
Tugiyono selaku tokoh masyarakat di Pedukuhan Gunungsari mengungkapkan sumur bor tersebut sudah dibangun sejak 7 tahun lalu.
Sumur itu merupakan hasil bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Tapi setelah dibangun malah tak bisa dimanfaatkan warga secara maksimal, karena tidak ada jaringan pipa ke rumah-rumah warga," jelas Tugiyono yang juga menjabat sebagai Ketua RT setempat.
Menurutnya, jaringan pipa yang ada saat ini merupakan hasil dari proyek PDAM Tirta Handayani Gunungkidul. Padahal, Tugiyono mengklaim dari sumur bor itu justru terdapat potensi air yang melimpah.
Lantaran kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi oleh PDAM, Tugiyono pun menginginkan air dari sumur bor itu diarahkan ke lahan pertanian warga. Sebab lahan di sana mengandalkan sistem tadah hujan.(Tribunjogja/Alexander Ermando)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sumur-bor-gunungsari-bejiharjo-rusak-wahyu-purwanto-turun-tangan.jpg)