Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Penegakan Protokol Kesehatan Masif Dilakukan di Kulon Progo

Penegakan protokol kesehatan terus dilakukan secara masif di Kabupaten Kulon Progo.

istimewa
Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan mendapatkan sanksi ringan yakni mengenakan rompi dan kalung bertuliskan "Pelanggar Protokol Kesehatan" dan menyapu area umum di Alun-alun Wates. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Penegakan protokol kesehatan terus dilakukan secara masif di Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini dilakukan dalam Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19.

Adapun dalam pelaksanaannya melibatkan tim gabungan Kodim 0731 Kulon Progo, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kulon Progo.

Sekretaris Satpol PP Kulon Progo, Hera Suwanto mengatakan kegiatan operasi terpadu ini menindaklanjuti Perintah Kapolri melalui Kapolres Kulon Progo.

Tidak Ada Penambahan Positif Covid-19 di Kulon Progo pada 14 September 2020

Operasi pertama dilakukan pada Senin (14/9/2020) kemarin di Kawasan Alun-alun Wates dan Pasar Bendungan.

Dalam pelaksanaannya dibagi menjadi 2 tim.

Tim 1 berada di Alun-alun Wates bagian selatan dan tim 2 di Kawasan Pasar Bendungan.

"Pembagian ini dilakukan agar target dapat terjaring seluruhnya," katanya Selasa (15/9/2020).

Nantinya apabila ditemukan masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi ringan.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Penegakan Satpol PP Kulon Progo, Sri Widodo mengatakan dari operasi yang digelar tersebut masih kedapatan 36 orang yang belum mematuhi protokol kesehatan dan melanggar lalu lintas.

Gugus Tugas Covid-19 Kulon Progo Akan Sediakan Shelter untuk Isolasi di Tingkat Kapanewon

Dengan rincian di Kawasan alun-alun Wates terdapat 3 orang yang melanggar lalu lintas dan 16 orang yang melanggar protokol kesehatan. 

Serta di kawasan Pasar Bendungan kedapatan 17 orang yang melanggar protokol kesehatan.

"Mereka yang melanggar kami periksa KTPnya. Kemudian kami beri sanksi ringan berupa mengenakan rompi dan kalung bertuliskan "Pelanggar Protokol Kesehatan" dan menyapu di area sekitar," jelasnya.

Sanksi sosial ini diberikan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat sehingga ke depannya lebih meningkatkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved