Internasional

Israel Akan Terapkan Lockdown Nasional Akibat Lonjakan Tinggi Kasus Corona

Lonjakan kasus yang tinggi, akibatnya Israel akan memberlakukan lockdown nasional selama tiga minggu.

Tayang:
Editor: Victor Mahrizal
AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 

TRIBUNJOGJA.COM - Lonjakan kasus yang tinggi, akibatnya Israel akan memberlakukan lockdown nasional selama tiga minggu mulai Jumat pekan ini untuk menahan penyebaran virus corona. Hal itu diungkapkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu, dikutip dari Kontan, Senin (14/09/2020).

Dikutip dari Kontan, Senin (14/09/2020) Melansir Reuters, selama dilakukan lockdown, yang terjadi bersamaan dengan musim liburan warga Yahudi, warga Israel harus tinggal dalam jarak 500 meter dari rumah mereka. Akan tetapi, mereka dapat melakukan perjalanan ke tempat kerja yang akan diizinkan untuk beroperasi secara terbatas.
Sekolah dan pusat perbelanjaan akan ditutup tetapi supermarket dan apotek tetap buka. Sektor publik akan beroperasi dengan lebih sedikit staf, tetapi kantor dan bisnis non-pemerintah tidak perlu tutup, selama mereka tidak menerima pelanggan.

Pertemuan di dalam ruangan dibatasi untuk 10 orang dan tidak lebih dari 20 orang di luar ruangan.
"Saya tahu langkah-langkah itu akan menimbulkan harga yang berat bagi kita semua," kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi. “Ini bukan jenis liburan yang biasa kita lakukan. Dan kami pasti tidak akan bisa merayakannya dengan keluarga besar kita." imbuh Netanyahu.

Kementerian Keuangan mengatakan kebijakan lockdown akan merugikan ekonomi Israel yang kini sudah tergelincir ke dalam jurang resesi akibat virus. Diperkirakan, kerugiannya akan mencapai 6,5 miliar shekel (US$ 1,88 miliar).

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved