Stationary Rilis Single Terbaru Bertajuk "Retas" di Tengah Pandemi Corona

Stationary Rilis Single Terbaru Bertajuk "Retas" di Tengah Pandemi Corona

Tayang:
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
@dekpio / Handoyo Prio
Penampilan Stationary dalam beberapa gigs 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pergerakan band indie di Yogyakarta selama masa pandemi terbukti masif.

Mereka terus produktif dengan terus berkarya. Stationary menjadi salah satu band yang terbilang produktif di masa pandemi.

Sebuah single terbaru berjudul Retas mereka rilis tepat di saat pandemi membuat tiarap seluruh panggung pertunjukan.

Band yang saat ini dihuni oleh Hasbi pada bass dan vokal, Ananta pada gitar dan vokal, Todi pada Synthesizer Keyboard dan vokal, Ega pada drum dan Jalil pada gitar ini terus menjaga asa berkarya dengan merilis juga video klip lagu Retas.

"Teruntuk yang masih berada atau sedang menemui fase tuntutan demi menyelesaikan milestone yang sudah lama terancang, semoga energi keyakinan ini tidak untuk dipadamkan. Sekali lagi, Stationary menghadirkan pesan optimisme melalui video klip Retas," ungkap Hasbi usai tampil di program Music Zone yang disiarkan dalam format live streaming.

Bila menyimak komposisi musik, lirik serta video klip yang diusung dan ditampilkan Stationary, pendengar bakal mendapatkan nuansa fun dan cheerful.

Hasbi menuturkan, sebagai konsep dasar video klip, Stationary ingin memberikan pesan bahwa sejatinya segala proses kehidupan itu adalah playground.

"Ketika teman-teman terjatuh dalam satu wahana bermain, teman-teman bisa memilih rehat sejenak untuk menghilangkan rasa sakit itu, lalu kemudian memilih ke wahana bermain lain yang menurut teman-teman lebih berkesan dan mudah untuk diselesaikan, jangan terlalu larut dalam keluh kesah lalu kemudian berhenti," ungkap Hasbi.

Di kesempatan yang sama, Ananta berpandangan, pandemi ini di satu sisi menunda ladang rejeki, namun di sisi lain, sebagian musisi atau seniman yang selama era pandemi ini bisa mencoba peruntungan lain agar tetap semangat. 

Retas menjadi satu satunya lagu dalam materi EP Stationary mendatang yang berbahasa Indonesia dalam penggunaan lirik.

Ananta menuturkan, Retas tetap hadir dalam balutan cinta dan emosi yang terkemas pada musik dan nada Stationary, hanya saja nuansanya lebih ringan dengan harapan bisa dengan mudah merefleksikan pesan yang terkandung di dalam lagu.

Sebelum, Stationary sudah merilis lagu berjudul Dilema, Lust and Desperate dan Fall Apart. Tiga lagu berbahasa Inggris ini juga bakal masuk dalam EP yang dijadwalkan bisa rilis di akhir tahun nanti. 

Honda Astrea Prima, Motor Klangenan Keluarga di Era 80-an

Ramalan Shio Minggu, 13 September 2020 : Diam-diam Ada yang Memperhatikan Shio Anjing dari Jauh

Menuju Debut EP Memoir 

Stationary adalah sebuah refleksi dari rangkuman perjalanan hidup seluruh umat manusia.

Ketika ekspektasi yang mereka panjatkan tidak sesuai dengan apa yang semesta berikan, berdoa dan bersyukur mungkin adalah salah sedikitnya jalan yang bisa dicoba agar manusia bisa bersahabat dengan realitanya. 

Kira-kira deskripsi yang digambarkan pada personel Stationary seperti uraian tersebut di atas ketika menjawab lebih jauh soal perjalanan berkarya band yang lahir tiga tahun lalu ini.

Jalil mengungkapkan, Stationary mencoba mempertemukan pendegar dengan ketenangan melalui lagu Lust And Desperate. 

Sejak merilis single perdana bertajuk Dilema pada pertengahan tahun 2018 hingga melalui serangkaian panggung, Stationary unit indie rock asal Yogyakarta resmi melepas single keduanya bertajuk Lust And Desperate di bulan Februari 2020. 

Lust And Desperate lahir dalam wujud kolaborasi Stationary dengan beberapa musisi dan seniman lokal asal Yogyakarta.

Di antaranya bersama Damar Puspito sebagai produser dan music director, Danar Puspito sebagai kreator art dan visual keseluruhan Official Video Lirik, dan Daniel Bagas sebagai pereka cipta artwork cover single, yang di mana ketiganya adalah personil dari unit instrumental asal Yogyakarta, Niskala.

"Bersama Stationary, mereka bertanggung jawab atas kelaikan dan konsistensi Lust And Desperate ketika dirilis ke publik. Stationary akan merangkum banyak hal baru dalam mini album MEMOIR besok. Dan hal pertama yang coba kami perkenalkan adalah Lust And Desperate," kata Jalil. (Tribunjogja/Yudha Kristiawan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved