Breaking News:

Bisnis

Okupansi Hotel Restoran Diprediksi Turun Imbas PSBB Ketat dari Jakarta

Maka dari itu, PHRI terus melakukan branding bahwa hotel di DIY aman, nyaman dan sehat. Salah satunya adalah dengan verifikasi hotel restoran yang tel

Istimewa
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah DKI Jakarta memutuskan akan melakukan PSBB ketat karena terjadi lonjakan kasus yang cukup besar di sana.

Kebijakan itu dirasa akan berpengaruh di daerah lain, termasuk Yogyakarta, dalam hal ini adalah menurunnya tingkat okupansi atau hunian hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan bahwa rencana PSBB ketat DKI Jakarta akan mempengaruhi okupansi, karena pangsa pasar hotel di Yogyakarta sebagian besar berasal dari wisatawan dan meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE).

"Semoga dampak yang kita perkirakan tidak seperti yang kita bayangkan. Karena sekarang sudah mulai menggeliat," ujarnya.

Maka dari itu, PHRI terus melakukan branding bahwa hotel di DIY aman, nyaman dan sehat. Salah satunya adalah dengan verifikasi hotel restoran yang telah menerapkan protokol kesehatan.

PHRI DIY Berharap Intervensi dari Pemda DIY Terkait Perputaran Ekonomi di Sektor Hotel dan Resto

Sementara itu Ketua Satgas COVID-19 PHRI DIY, Heryadi Bain menjelaskan bahwa verifikasi hotel dan restoran adalah sebagai dasar dan pertimbangan tamu atau perusahaan dalam mencari tempat yang menerapkan protokol kesehatan.

Terlebih pada bulan september ini tidak ada long weekend. Ia pun berharap agar aktivitas pemerintahan tetap jalan dan banyak memanfaatkan hotel restoran dalam pertemuan-pertemuannya. Tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau Jakarta melakukan PSBB ketat, mudah-mudahan dari lokal government bisa melakukan itu. Kan sudah ada surat edaran dari kementerian dalam negeri, untuk pemerintah termasuk dinas-dinas membantu usaha perhotelan mengisi tingkat hunian," ujarnya.

Sambut New Normal, PHRI DIY Pastikan Anggotanya Terapkan Protokol Kesehatan

Ia pun memprediksi okupansi hotel pada Bulan September akan turun dibandingkan di bulan Agustus.

Berdasarkan data PHRI DIY, okupansi hotel sempat mencapai angka 40-45 persen dari total kamar yang disewakan pada Agustus kemarin.

Di mana dalam masa pandemi, kapasitas hotel di DIY hanya maksimal 50 persen yang boleh dioperasikan.

"Agustus kemarin kan ada dua long weekend dan hampir semua hotel yang buka bisa menikmati itu. Pada bulan Agustus okupansi hotel mencapai 45 hinga 50 persen, tapi September ini paling tinggi 30 persen dari kapasitas kamar yang dibuka," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved