Nikita Mirzani Komentari PSBB DKI Jakarta yang Diputuskan Anies Baswedan

Selebriti Indonesia, Nikita Mirzani turut mengomentari kebijakan PSBB yang telah diumumkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Rina Eviana
Instagram @nikitamirzanimawardi_17
Nikita Mirzani Ceritakan Perjuangan Melahirkan Putra Bungsunya 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibu kota akan kembali diterapkan.

Keputusan ini rencananya akan efektif mulai berlaku pada 14 September 2020. 

Dikutip dari laman Kompas.com, faktor yang menjadi dasar diambilnya keputusan ini adalah jumlah kasus positif dan pemakaman berdasar protap COVID-19 kembali meningkat.

"Tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin," ungkap Anies.

Kebijakan diterapkannya lagi PSBB ini ternyata juga menjadi perhatian sendiri untuk selebriti Nikita Mirzani.

Melalui fitur Instagram Story di akunnya, @nikitamirzanimawardi_17, ibu tiga anak ini menuliskan pendapatnya terkait keputusan PSBB yang diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Nikita Mirzani Keliling Sampai Malam Hari Bagaikan 1.000 Botol Hand Sanitizer Gratis
Nikita Mirzani Keliling Sampai Malam Hari Bagaikan 1.000 Botol Hand Sanitizer Gratis (Tribunnews.com)

"Dear Pak @aniesbaswedan yang manis rupawan. Perkenalkan, saya Nikita Mirzani. KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya Jakarta, Pak, tapi Alhamdulillah saya ga' pilih Bapak. 

Boleh dong. Di sini saya cuma mau menyampaikan suara saya sebagai masyarakat Indonesia dan tinggal di Jakarta.

Jujur saya kaget ketika membaca berita bahwa tanggal 14 ini akan ada PSBB berskala besar. 

Pak, mungkin untuk Bapak, saya, dan orang-orang kaya di luar sana, tidak akan menjadi masalah besar. Tapi gimana nasib orang-orang di luar sana yang gajinya aja tiap bulan ga' cukup untuk bayar kontrakan, sekolah anak, dan beli makan, ditambah beli kuota buat belajar.

Saya pikir selama ini Bapak mencari solusi agar corona ini bisa mengerucut dan menghilang walaupun itu hal mustahil, karena COVID-19 ini masalah dunia bukan di Indonesia aja.

Tapi kenapa cuma Jakarta aja Pak yang PSBB lagi. Kenapa daerah lain engga?! Akan ada yang kena PHK lagi kah? Sekolah virtual itu aja udah bikin saya makin gilda (gila).

Kasihan warga yang sudah memilih Bapak. Mudah-mudahan ini hanya wacana aja yah, Pak. Tanggal 14 masih ada beberapa hari. Coba deh, Pak solat Tajahud atau Istiqoro dulu. Siapa tau dikasih jalan sama Allah SWT," tulisnya pada Rabu (9/9/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020). (Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta))

Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo menyatakan bahwa saat ini, Indonesia berada dalam fase kritis di mana jumlah kasus positif Covid-19 mencapai lebih dari 200 ribu.

Kata Epidemiolog Soal Gubernur Anies Tarik Rem Darurat dengan PSBB Total: Jangan Main-main Lagi!

Menurutnya, keputusan PSBB yang diambil Anies Baswedan memang sudah seharusnya dilakukan, namun dia juga memberikan catatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved