Ciri-ciri Sperma yang Sehat dan Berbagai Masalah Kesuburan Pria

pola gaya hidup sebenarnya meminkan peranan penting dalam menentukan kualitas sperma seorang pria.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
www.menshealth.com
Ilustrasi Sperma 

TRIBUNJOGJA.COM - Jika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan, Anda mungkin bertanya-tanya tentang kesehatan sperma Anda. Yang perlu Anda pahami bahwa pola gaya hidup sebenarnya meminkan peranan penting dalam menentukan kualitas sperma seorang pria.

Sehingga penting artinya untuk menerapkan gaya hidup sehat jika Anda juga menginginkan kualitas sperma yang baik.

Ilustrasi Sperma
Ilustrasi Sperma (Shutterstock)

Adapun kesehatan sperma bergantung pada berbagai faktor, termasuk kuantitas, gerakan, dan struktur:

1. Kuantitas

Anda kemungkinan besar akan subur jika ejakulasi Anda - air mani yang dikeluarkan dalam satu ejakulasi - mengandung setidaknya 15 juta sperma per mililiter.

Terlalu sedikit sperma saat ejakulasi mungkin membuat lebih sulit untuk hamil karena lebih sedikit calon yang tersedia untuk membuahi sel telur.

2. Gerakan

Untuk mencapai dan membuahi sel telur, sperma harus bergerak - menggeliat dan berenang melalui leher rahim, rahim, dan saluran tuba wanita. Ini dikenal sebagai motilitas.

Anda kemungkinan besar subur jika setidaknya 40% sperma Anda bergerak.

3. Struktur (morfologi)

Sperma normal memiliki kepala oval dan ekor panjang, yang bekerja sama untuk mendorongnya.

Meskipun bukan faktor sepenting jumlah atau pergerakan sperma, semakin banyak sperma yang Anda miliki dengan bentuk dan struktur normal, semakin besar kemungkinan Anda untuk subur.

Berbagai masalah medis dapat berkontribusi pada masalah kesuburan pria, termasuk di antaranya ;

1. Masalah di hipotalamus atau kelenjar pituitari - bagian otak yang memberi sinyal pada testis untuk memproduksi testosteron dan sperma (hipogonadisme sekunder)
2. Penyakit testis
3. Gangguan transportasi sperma

Usia juga bisa berperan. Utamanya kemampuan sperma untuk bergerak dan proporsi sperma normal cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Sehingga ini akan mempengaruhi kesuburan, terutama setelah usia 50 tahun.

Anda dapat mengambil langkah sederhana untuk meningkatkan peluang Anda menghasilkan sperma yang sehat. Meliputi ;

1. Memepertahankan berat badan yang sehat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma dan pergerakan sperma.

2. Pola asupan makanan sehat

Pilih banyak buah dan sayuran, yang kaya akan antioksidan - dan dapat membantu meningkatkan kesehatan sperma.

3. Mencegah infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual - seperti klamidia dan gonore - dapat menyebabkan kemandulan pada pria. Untuk melindungi diri Anda sendiri, batasi jumlah pasangan seksual Anda dan gunakan kondom setiap kali Anda berhubungan seks - atau tetap dalam hubungan monogami dengan pasangan yang tidak terinfeksi.

4. Mengelola stres

Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.

5. Olahraga

Aktivitas fisik sedang dapat meningkatkan kadar enzim antioksidan kuat, yang dapat membantu melindungi sperma.

Sementara itu, sperma juga bisa sangat rentan terhadap faktor lingkungan, seperti paparan panas yang berlebihan atau bahan kimia beracun. Untuk melindungi kesuburan Anda maka Anda harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut ;

1. Tidak merokok

Pria yang merokok lebih cenderung memiliki jumlah sperma yang rendah. Jika Anda merokok, tanyakan kepada dokter Anda untuk membantu Anda berhenti.

2. Batasi alkohol

Minum alkohol dalam jumlah banyak dapat menyebabkan penurunan produksi testosteron, impotensi, dan penurunan produksi sperma. Jika Anda minum alkohol, lakukan dalam jumlah sedang.

3. Hindari pelumas saat berhubungan seks

Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan tentang efek pelumas pada kesuburan, pertimbangkan untuk menghindari pelumas selama hubungan seksual. Jika perlu, pertimbangkan untuk menggunakan baby oil, minyak canola, putih telur, atau pelumas ramah kesuburan, seperti Pre-Seed.

Lainnya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter tentang obat-obatan. Penghambat saluran kalsium, antidepresan trisiklik, anti-androgen, dan obat-obatan lain dapat menyebabkan masalah kesuburan. Steroid anabolik dapat memiliki efek yang sama.

4. Waspadai racun

Paparan pestisida, timbal, dan racun lainnya dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas sperma. Jika Anda harus menangani racun, lakukan dengan aman. Misalnya, kenakan pakaian dan peralatan pelindung, dan hindari kontak kulit dengan bahan kimia.

5. Waspadai paparan panas

Peningkatan suhu skrotum dapat menghambat produksi sperma. Meski manfaatnya belum sepenuhnya terbukti, mengenakan pakaian dalam yang longgar, mengurangi duduk, menghindari sauna dan bak air panas, serta membatasi paparan skrotum pada benda-benda hangat, seperti laptop, dapat meningkatkan kualitas sperma.

6. Kemoterapi dan terapi radiasi

Kemoterapi dan terapi radiasi untuk kanker dapat mengganggu produksi sperma dan menyebabkan kemandulan yang mungkin bersifat permanen.

Tanyakan kepada dokter Anda tentang kemungkinan mengambil dan menyimpan sperma sebelum perawatan.

Penerapan pola gaya hidup sehat, dapat meningkatkan kesuburan Anda - dan menghindari hal-hal yang dapat merusaknya - dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

Namun, jika Anda dan pasangan belum hamil setelah setahun melakukan hubungan seks tanpa kondom, maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. (*/Mayo Clinic)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved