Breaking News:

Jawa

Pemkab Klaten Izinkan Resepsi Pernikahan Tapi dengan Syarat Protokol Covid-19 yang Ketat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah mengizinkan masyarakat Klaten untuk kembali menggelar resepsi pernikahan.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Ronny Roekmito, saat menghadiri sosialisasi adaptasi kebiasaan baru bagi pelaku usaha wedding organizer se-Klaten, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah mengizinkan masyarakat Klaten untuk kembali menggelar resepsi pernikahan.

Hanya saja, resepsi pernikahan yang diperbolehkan baru sebatas resepsi yang dilaksanakan secara berdiri dan belum merekomendasikan resepsi pernikahan yang digelar secara duduk.

Hal itu ditegaskan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Klaten, Ronny Roekmito, karena tidak ingin terjadi penyebaran Covid-19 di acara resepsi pernikahan.

Romantis Sampai Tua! Pasangan Ini Rayakan Ultah ke-60 Pernikahan Mengenakan Gaun Pengantinnya Dulu

"Kami sangat berharap hajatan ini tidak ada dengan metode duduk karena mengingat metode duduk ini menimbulkan percakapan antar undangan yang terlalu lama," ujarnya, saat menghadiri sosialisasi adaptasi kebiasaan baru bagi pelaku usaha wedding organizer se Kabupaten Klaten, Selasa (8/9/2020).

Selain itu, Ronny, juga mengatakan, bagi masyarakat yang menggelar hajatan jumlah tamu undangan harus tetap dibatasi, sesuai dengan kapasitas ruangan.

"Maksimal tamu undangan bagi setiap wedding itu yakni 50 persen dari kapasitas gedung," tambahnya.

Ia menambahkan, selama hajatan pernikahan berlangsung, setiap orang yang berada di lokasi diwajibkan memakai masker.

Selain itu, diharapkan dia, para wedding organizer juga memperhatikan penerapan protokol Covid-19 bagi para tamu undangan dari mulai pintu masuk seperti tidak adanya antrian yang panjang hingga adanya jaga jarak.

DATA TERKINI Pasien Virus Corona di Klaten & Sebaran 10 Kasus Baru Positif COVID-19 per 7 September

"Kalau ada penyanyi atau mc sekalipun, setelah jeda nyanyi harus pakai masker lagi, termasuk undangan dan petugas catering sekalipun," tambahnya.

Untuk wilayah yang berstatus zona merah, ditambahkan Ronny, dirinya akan melihat kecenderungan situasi terbaru di daerah tersebut.

Jika seandainya masih ditemukan kasus positif Covid-19, maka resepsi pernikahan diminta untuk tidak diselenggarakan.

"Tentu desa mapun gugus tugas kecamatan tidak akan memberikan rekomendasi mengadakan perhelatan. Sebab mereka yang lebih tahu kondisi di kevamatan atau desa," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Silaturahmi Wedding Organizer Kabupaten Klaten, Hardianto berharap dengan adanya sosialisasi bagi pelaku usaha wedding organizer se Kabupaten Klaten dapat menjadi acuan dan panduan bagi pelaku usaha wedding organizer untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Mudah-mudahan setelah adanya adaptasi kebiasaan baru ini teman-teman wedding organizer se Klaten bisa menjadikan ini panduan untuk menerapkan disiplin kesehatan saat mulai mendapatkan kerjaan di masa adaptasi kebiasaan baru ini nantinya," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved