Breaking News:

Kesehatan

Catat! Masker ini Paling Efektif Menyaring Partikel Virus Covid-19

Selama pandemi corona menyebar dunia, ilmu kesehatan memastikan, masker untuk wajah dapat mencegah penularan virus corona.

Enviro Safety Products
Enviro Safety Products, N95 Respirator 

TRIBUNJOGJA.COM - Selama pandemi corona menyebar dunia, ilmu kesehatan memastikan, masker untuk wajah dapat mencegah penularan virus corona dan menyelamatkan nyawa. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat diwajibkan untuk memakai masker.

Akan tetapi, tidak semua masker memberikan tingkat perlindungan yang sama.
Dikutip dari Kontan, Senin (07/09/2020) melansir Business Insider, masker wajah yang ideal memblokir tetesan pernapasan besar dari batuk atau bersin bersama dengan partikel udara yang lebih kecil, yang disebut aerosol, yang dihasilkan saat orang berbicara atau menghembuskan napas.

Berikut adalah masker terbaik dan terburuk, dilihat dari masker yang paling protektif hingga yang paling tidak, seperti dikutip dari Kontan melansir Business Insider :

1. Dua masker kelas medis, yakni N99 dan N95, paling efektif menyaring partikel virus

Masker N99 dan N95 untuk petugas kesehatan : Keduanya menutup rapat di sekitar hidung dan mulut sehingga sangat sedikit partikel virus yang dapat masuk atau keluar. Mereka juga mengandung serat kusut untuk menyaring patogen di udara.

2. Masker bedah sekali pakai

Masker bedah terbuat dari kain bukan tenunan, sehingga biasanya merupakan pilihan teraman bagi petugas kesehatan yang tidak memiliki akses ke masker N99 atau N95.

3. Masker "hibrida"

Para peneliti di Inggris menetapkan bahwa topeng "hibrida" - menggabungkan dua lapisan kapas dengan 600 benang dengan bahan lain seperti sutra, sifon, atau flanel, menyaring lebih dari 80% partikel kecil (kurang dari 300 nanometer) dan lebih dari 90% partikel yang lebih besar (lebih besar dari 300 nanometer).

4. Masker yang terdiri dari tiga lapis katun atau sutra

WHO merekomendasikan masker kain memiliki tiga lapisan: lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah yang menyaring, dan lapisan luar yang terbuat dari bahan non-penyerap seperti poliester.

5. Masker dengan tambahan filter penyedot debu

Studi Journal of Hospital Infection menemukan bahwa kantong penyedot debu (atau filter penyedot debu yang dimasukkan ke dalam masker kain) mengurangi risiko infeksi sebesar 83% setelah 30 detik terpapar virus corona dan hingga 58% setelah 20 menit terpapar dalam kondisi lingkungan yang terkontaminasi.

6. Masker kapas satu lapis

Para peneliti Inggris menemukan bahwa orang yang memakai masker kapas memiliki kemungkinan infeksi 54% lebih rendah daripada orang yang tidak memakai masker sama sekali. Orang yang memakai masker kertas memiliki kemungkinan infeksi 39% lebih rendah daripada kelompok tanpa masker.

Editor: Victor Mahrizal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved