Hingga Akhir Agustus, BPBD Gunungkidul Distribusikan 500 Tangki Air
Hingga Akhir Agustus, BPBD Gunungkidul Distribusikan 500 Tangki Air ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Masalah krisis air di wilayah Kabupaten Gunungkidul masih terus terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pun terus melakukan dropping air untuk mengatasi masalah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan sampai saat ini sudah ada 11 dari 18 kapanewon di Gunungkidul yang mengajukan permohonan dropping air.
"Hingga akhir Agustus kemarin ada 550 lebih tangki air bersih yang disalurkan ke wilayah yang membutuhkan," jelas Edy, Minggu (06/09/2020).
Edy mengatakan sebanyak 20 tangki air disalurkan tiap harinya ke masyarakat yang mengajukan permohonan ke BPBD. Pelaksanaan dropping air sendiri sudah dilakukan sejak Juli lalu.
• Malioboro jadi Titik Awal Program Kawasan Tanpa Rokok di Kota Yogyakarta
• Ini Pesan Pangkogabwilhan II Terkait Kenaikan Penumpang Transportasi Umum
Secara keseluruhan, ada 15 kapanewon yang terdampak kekeringan. Tercatat ada Kapanewon Playen, Karangmojo, dan Wonosari yang belum melaporkan kekeringan.
"Total warga yang terdampak ada 129.788 jiwa, tersebar di 74 Kalurahan," ungkap Edy.
Kendati begitu, Edy mengatakan dampak kekeringan tahun ini masih bisa ditangani dengan baik.
Berbeda dengan 2019 lalu, di mana menurutnya dampak kekeringan terjadi lebih parah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul sendiri mengalokasikan dana sebesar Rp 700 juta untuk penanganan dampak kekeringan. Seluruh pelaksanaannya diserahkan ke BPBD Gunungkidul.
"Penyaluran air bersih akan terus kami lakukan, sesuai permintaan resmi dari masyarakat," kata Edy. (Tribunjogja/Alexander Ermando)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hingga-akhir-agustus-bpbd-gunungkidul-distribusikan-500-tangki-air.jpg)