Prediksi Kurs Rupiah di Pasar Spot Jumat 4 September 2020
Kurs rupiah di pasar spot berpeluang kembali berada dalam tren negatif pada perdagangan JUmat (4/9/2020)
Tribunjogja.com Jakarta -- Kurs rupiah di pasar spot berpeluang kembali berada dalam tren negatif pada perdagangan JUmat (4/9/2020).
Presiden Komisioner HFX Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, rupiah bakal tertekan imbas dari kemungkinan program burden sharing pemerintah dan Bank Indonesia yang berlanjut hingga 2022.
Hal tersebut diperkirakan bakal mendorong inflasi Indonesia.
"Inflasi yang meningkat buat daya tarik investasi di Indonesia menjadi menurun, sebab pengembalian nyata yang dihasilkan menjadi lebih rendah.
Hal ini akan memukul nilai tukar rupiah. Belum lagi tren positif dolar AS belum akan berhenti," kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Kamis (3/9).
Dari eksternal, Sutopo menyebut, data tenaga kerja dan upah Amerika Serikat (AS) juga menentukan pergerakan rupiah.
Karena jika data tersebut mengecewakan, rupiah punya sedikit amunisi untuk menguat.
Tetapi jika sebaliknya, the greenback bakal perkasa dan menekan nilai tukar mata uang Garuda.
Sutopo pun memperkirakan rupiah, akan bergerak di kisaran Rp 14.600 - Rp 14.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin, rupiah spot melemah dan ditutup terkoreksi 0,22% ke Rp 14.778 per dolar AS.
Senasib, mata uang Garuda ini tercatat juga mengalami pelemahan di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah ditutup melemah tipis 0,09% ke level Rp 14.818 per dolar AS.
Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, the greenback akan kembali perkasa dan menyeret rupiah.
Terlebih data klaim tunjangan pengangguran di pekan lalu turun lebih banyak daripada yang diperkirakan.
Data Departemen Tenega Kerja AS memperlihatkan klaim tunjangan pengangguran mingguan pekan lalu turun lebih besar daripada prediksi menjadi 881.000 dari 1 juta di pekan sebelumnya.
Sementara dari dalam negeri, Faisyal melihat belum ada katalis positif yang mampu menyokong pergerakan rupiah.
Oleh sebab itu, dia memperkirakan rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp 14.610 per dolar AS-Rp 14.820 per dolar AS.
Asal tahu saja, pada perdagangan Kamis (3/9), rupiah di pasar spot ditutup terkoreksi 0,22% ke level Rp 14.778 per dolar AS.
Sedangkan mata uang Garuda ini tercatat juga mengalami pelemahan di kurs tengah Bank Indonesia (BI) setelah berada di level Rp 14.818 per dolar AS atau melemah tipis 0,09%. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nilai-tukar-rupiah-terhadap-dollar-as.jpg)