Breaking News:

Bisnis

Bank BPD DIY Targetkan 5000 Debitur Manfaatkan Kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah

Bank BPD DIY salurkan Pede kepada debitur yang telah memenuhi persyaratan di Kota Yogya.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Bank BPD DIY salurkan kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah ke pelaku usaha di Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah sebelumnya meluncurkan kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah (Pede) di Gunungkidul, Bank BPD DIY kembali kenalkan program kredit lunak tersebut, kali ini di Kota Yogyakarta.

Berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Winongo, Bank BPD DIY salurkan Pede kepada debitur yang telah memenuhi persyaratan, Rabu (2/9/2020).  

Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad menjelaskan, program ini sesuai fungsi BPD sebagai bank yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dalam hal ini mengentaskan kemiskinan.

Sasarannya adalah para pelaku usaha kecil, dengan besaran pinjaman Rp 2,5 juta.

Ini merupakan kredit ultra mikro, yang disalurkan ke perseorangan dan tergabung dalam kelompok usaha. Sektor yang masuk dalam layanan ini seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, penyedia akomodasi, makanan dan minuman.

BPD DIY Raih Penghargaan Bergengsi TOP BUMD Awards

"Kami memberikan kredit lunak kepada masyarakat. Kami beri stimulan agar usahanya hidup kembali. Bunganya 3% setahun. Ini cukup untuk kebutuhan usaha kecil seperti peternakan lele, angkringan, dan kerajinan," paparnya.

Stimulan ini bertujuan agar pelaku usaha dapat bangkit dan bertahan dalam menghadapi pandemi.

Untuk tahap pertama, Santoso menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana hingga Rp 15 miliar untuk 5000 debitur.  

"Dari laporan kemarin sudah mencapai hampir 2000 debitur yang memanfaatkan program ini. Jika tahap pertama sukses kita lanjutkan dengan tahap kedua. Targetnya tahap pertama terpenuhi hingga bulan Desember," imbuhnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang turut hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi program Pede dari Bank BPD DIY.

BPD DIY Luncurkan Program Kredit PEDE di PT WMU Semanu Gunungkidul

Menurutnya, kredit lunak semacam ini sangat dibutuhkan bagi para pemilik usaha.  

"Di Malioboro ada 1000-an lebih para pedagang yang menangis. Selama ini mereka kehabisan modal, karena mereka tidak bisa memutar uangnya, dan sebagian besar uangnya dipakai untuk kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Ia pun bersyukur Bank BPD DIY hadir dengan memberikan kemudahan persyaratan sehingga para pelaku usaha ini memungkinkan untuk memperoleh modal.

Seorang warga yang memanfaatkan Pede adalah Tri Rias Barsih (45) warga Patangpuluhan. Selama ini ia memiliki usaha budidaya lele dan nila.

Ia merasa terbantu dengan pinjaman sebesar Rp 2,5 juta dari Bank BPD DIY

"Ini bisa saya manfaatkan untuk menambah bibit ikan dan membeli pakan selama beberapa bulan ke depan," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved