Pendidikan

BOS Tahap 2 Belum Cair, Sekolah Masih Gunakan Dana Tahap 1

Meski tahun ajaran baru telah dimulai satu bulan lebih, hingga saat ini sekolah belum menerima dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Meski tahun ajaran baru telah dimulai satu bulan lebih, hingga saat ini sekolah belum menerima dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Untuk memenuhi kebutuhannya, sekolah masih menggunakan BOS tahap 1 yang cair pada tahun ini sekitar Maret lalu.

Bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMAN 11 Yogyakarta, Agustin Susilowati mengungkapkan BOS tahap 1 pada 2020 diterima pihaknya sekitar Maret lalu.

Sementara, untuk tahap 2 baru akan cut off pada 31 Agustus 2020.

Bantuan Kuota Internet Dana BOS Belum Cukupi Seluruh Kebutuhan Siswa

“Tahap 1 sekitar Maret. Cut off tahap 2 baru 31 Agustus. Setiap tahunnya memang begitu. Kapan pencairannya kami belum tahu, tergantung pemerintah pusat. Mungkin mereka memproses dulu, sehingga cair sekitar September,” tutur Agustin saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (28/8/2020).

Ditanya apakah sekolah masih dapat memenuhi kebutuhannya dari sisa dana BOS tahap 1, Agustin menerangkan masing-masing sekolah berbeda.

“Tergantung pengaturan pengalihan dananya. Jadi anggaran kegiatan yang tidak bisa dilangsungkan selama Covid-19 dialihkan untuk kebutuhan lain, semisal pulsa siswa dan guru. Di SMAN 11 alhamdulillah masih cukup,” ungkapnya.

Agustin menambahkan, selama menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), SMAN 11 Yogyakarta telah menyalurkan bantuan kuota kepada siswa dan guru yang bersumber dari pengalihan dana BOS.

Bantuan tersebut telah disalurkan pada Mei dan awal Agustus lalu.

Menyusul selanjutnya September mendatang.

Sekolah di DIY Telah Salurkan Dana BOS untuk Kebutuhan Kuota Internet Siswa

“Besarannya kami buat sama untuk siswa dan guru. Mei kemarin sekitar Rp80-100 ribu per orang tergantung providernya, untuk Agustus dan September ini masing-masing sekitaran Rp50 ribu. Selama Agustus dan September ini total anggaran (untuk bantuan kuota) sekitar Rp100-an juta,” bebernya.

Menurut Agustin, masa aktif kuota bantuan tersebut masih berlaku hingga awal September.

“Kalau saya sendiri bantuan dari sekolah ini lebih dari cukup (untuk memenuhi kebutuhan PJJ),” tandasnya.

Saat ini, lanjut Agustin, pihaknya juga masih menunggu bantuan pulsa tambahan yang rencananya akan diberikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Enggak tahu (kelanjutan) dari Disdikpora, kami hanya diminta mengumpulkan data nomor HP siswa yang batasnya 24 Agustus kemarin. Sudah kami kumpulkan. Katanya akan diberikan bantuan jika BOS tidak mencukupi,” papar Agustin. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved