Apakah Boleh Melaksanakan Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua di Bulan Muharram? Begini Hukumnya

Puasa Asyura pada 9 Muharram (Puasa Tasua) dan 10 Muharram ( Puasa Asyura) atau pada kalender masehi pada 28 Agustus 2020 dan 29 Agustus 2020 besok.

Editor: Rina Eviana
Yasin AKGUL / AFP
ILUSTRASI - Seseorang warga berdoa di Hagia Sophia di Istanbul 26 Juli 2020 

TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muraharram 1442 H yang telah jatuh pada Kamis, 20 Agustus 2020 lalu, umat muslim dianjurkan melaksanakan amalan-amalan soleh menyambut datangnya bulan Muharram.

Ya, bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah bulan istimewa bagi umat muslim. 

Bulan Muharram merupakan satu di antara bulan suci umat Islam yang mempunyai keutamaan.

Bulan
Bulan (Christopher Pike via abc.net.au)

Maka, di bulan Muharram ini dianjurkan untuk melakukan amalan ketaatan dan kebaikan untuk memperbaiki kualitas diri.

Di antaranya Puasa Asyura pada 9 Muharram (Puasa Tasua) dan 10 Muharram ( Puasa Asyura) atau pada kalender masehi pada 28 Agustus 2020 dan 29 Agustus 2020 besok.

Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang dilakukan dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Namun dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa melaksanakan Puasa Asyura juga harus diikuti dengan Puasa Tasua (puasa satu hari sebelum Asyura) atau setelah asyura, yakni tanggal 11 Muharram.

Menurut Wakil Sekretaris PWNU DIY, Ustaz Muhajir, diperbolehkan berpuasa Asyura tanpa melaksanakan puasa Tasu'a.

"Karena kedua puasa ini hukumnya sunah. Sehingga, diperbolehkan untuk melakukan satu diantaranya. Dan, Rasullullah SAW pun belum pernah melaksanakan puasa Tasu'a," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Rabu (12/08/2020).

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura Bulan Muharram, Dilaksanakan 28-29 Agustus 2020

Pernyataan Ustaz Muhajir pun diperjelas dalam Ibn Abbas RA:

عن ابن عباس أن النبي صلى الله عليه وسلم صام يوم عاشوراء فقالوا يا رسول الله إنه يوم تعظمه اليهود والنصارى فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: فإذا كان العام المقبل إن شاء الله تعالى صمنا اليوم التاسع، قال: فلم يأت العام المقبل حتى توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم

Artinya: Sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa hari Asyura, kemudian para sahabat berkata, “Wahai Rasul SAW, sesungguhnya asyura adalah hari agung bagi kaum Yahudi dan Nasrani,” kemudian Rasul berkata, “Jika tiba muharram tahun depan, insya Allah kita berpuasa di hari kesembilan. Ibn Abbas berkata, “Rasulullah wafat sebelum datang bulan Muharram tahun selanjutnya.

Hadis ini menunjukkan keinginan Rasul untuk melakukan puasa sebelum hari asyura.

Dalam hadis lain, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad  juga dijelaskan bahwa Rasul memerintahkan untuk berpuasa di hari sebelum atau sesudah hari asyura, agar berbeda dengan kaum Yahudi:

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved