Kementerian PUPR Terus Bergerak Siapkan Rumah Layak Huni
Bung Hatta menyatakan cita-cita untuk terselenggaranya kebutuhan perumahan rakyat bukan mustahil untuk diwujudkan
TRIBUNJOGJA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus bergerak menyiapkan rumah layak huni untuk masyarakat, sesuai amanat Wakil Presiden RI pertama Mohammad Hatta.
Pada Kongres Perumahan Rakyat Sehat di Bandung, 25-30 Agustus 1950, Bung Hatta menyatakan cita-cita untuk terselenggaranya kebutuhan perumahan rakyat bukan mustahil untuk diwujudkan. Maka, tanggal 25 Agustus kemudian diperingati sebagai Hari Perumahan Nasional (Harpenas).
Bung Hatta yang juga merupakan Bapak Perumahan Indonesia juga menegaskan bahwa rakyat berhak mendapatkan penghidupan yang layak berupa hak untuk mendapatkan rumah.
“Pemikiran Bung Hatta menjadi pedoman Pemerintah dari masa ke masa yang tercermin pada kebijakan yang terus berupaya mendorong pemenuhan kebutuhan kepemilikan rumah,” kata Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR, saat acara ziarah makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Jakarta, sepert dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu (26/8/2020).
Momentum Hapernas diharapkan dapat lebih mendorong kesadaran dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan tentang pentingnya pemenuhan hunian yang layak bagi masyarakat. “Kita semua harus bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, dan bertindak lebih tepat agar cita-cita Bung Hatta dapat segera diwujudkan,” ujar Khalawi.
Pemerintah melalui Kementerian PUPR terus berupaya untuk menyediakan rumah sebagai kebutuhan pokok, disamping sandang dan pangan, bagi masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, anggaran Ditjen Perumahan Kementerian PUPR setelah refocusing sebesar Rp 7,78 triliun digunakan untuk sejumlah program seperti pembangunan rumah susun sebanyak 1.640 unit, rumah khusus (1.013 unit), rumah swadaya (222.750 unit) dan pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) sebanyak 8.500 unit serta pembiayaan perumahan guna menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.
Hingga 17 Agustus, serapan anggaran telah mencapai 52,88% dengan progres fisik sebesar 48,40%. Kementerian PUPR juga turut mendukung mitigasi dampak sosial ekonomi COVID-19 melalui program Padat Karya Tunai (PKT) dengan meningkatkan kualitas 214.087 unit rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp 4,46 triliun dan membangun baru 5.913 unit RTLH senilai Rp 230 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-perumahan-sederhana-yang-telah-dibangun-dalam-program-satu-juta-rumah.jpg)