Mobil Bekas
Harga Pikap Seken Murah Mulai Rp 50 Jutaan, Bisa Buat Cari Cuan
Pikap bekas dengan harga murah kini banyak dijumpai. Selain menawarkan fleksibilitas dan daya tampung besar, mobil ini juga hemat biaya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Mobil pikap bekas menjadi alternatif bagi pemilik usaha untuk menekan biaya ketimbang harus membeli unit baru.
Mobil niaga yang mampu memuat berbagai barang untuk mendapat cuan ini kini harganya tak tinggi-tinggi amat.
Berikut rekomendasi TribunJogja.com pikap bekas dengan harga terjangkau yang cocok untuk bisnis dan segala usaha anda yang dikutip dari data pricelist GridOto.com:
1. Daihatsu Gran Max
Mobil ini bisa dibilang pengganggu dominasi Suzuki Carry Pikap dan Mitsubishi L300. Pasalnya saat peluncuran pertamanya pada tahun 2008, respon pasar terhadap Daihatsu Gran Max cukup baik.
Daihatsu Gran Max sendiri kala itu dikeluarkan dengan segmen MPV dan Pick-up.
Daihatsu Gran Max Pick Up ini dibekali dua varian mesin yakni dengan 3SZ-VE, DOHC VVTi 1.500cc dan K3-DE 1.300cc yang memiliki 4 silinder, Sehingga mesin 1.500cc mampu melaju dengan tenaga maksimum 88 horsepower dengan torsi 114 Nm. Sedangkan mesin 1.300cc melaju hingga 97 horsepower dengan torsi maksimum 140Nm.
Kini harga mobil bekas Daihatsu Gran Max Pick Up dengan mesin 1.300 cc dibanderol mulai Rp 50 juta.
2. Mega Carry Pikap
Suzuki Mega Carry Pick Up memiliki tampang yang serupa dengan Suzuki APV.
Dirilis pada tahun 2010 sebagai versi upgrade Carry sebelumnya, mobil ini dibekali dengan mesin berkapasitas 1.500cc dengan tenaga 91 horsepower dan torsi mencapai 126 Nm.
Suzuki Mega Carry Pick Up memiliki daya tampung berat kotor hingga 1.900kg. Pada transmisi dibekali transmisi manual 5 percepatan.
Harga bekasnya, mobil Suzuki Mega Carry Pick Up ini kini dijual mulai Rp 70 juta tahun 2010.
3. Suzuki Carry Pikap
Selanjutnya ada sang legenda pikap tanah air yakni Suzuki Pick Up Carry.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suzuki-carry-pick-up-selalu-menjadi-andalan-konsumen-indonesia.jpg)