Jawa

Pembangunan Menoreh oleh BOB Dimulai Tahun 2021, Dari Jalan sampai Infrastruktur

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita, mengatakan, pandemi ini membuat beberapa anggaran di BOB dialihkan untuk penanganan Covid

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita, diwawancarai seusai kampanye Gerakan BISA di Balkondes Bumiharjo, Borobudur, Magelang, Selasa (25/8/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pembangunan kawasan di Zona Otoritatif Borobudur oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) akan dilaksanakan tahun 2021 mendatang.

Pembangunan meliputi infrastruktur dasar seperti jalur jalan, air, listrik, telekomunikasi, jembatan, hingga bangunan pendukung.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita, mengatakan, pandemi ini membuat beberapa anggaran di BOB dialihkan untuk penanganan Covid-19. Namun, pembangunan sendiri akan tetap dilakukan tahun 2021 mendatang.

"Saat ini karena kondisi pandemi, beberapa anggaran kita alihkan untuk menangani Covid-19 dulu. Pembangunannya sendiri tahun 2021, mulai membangun. Sekarang ini kita sedang mempersiapkan semua dokumen-dokumen, DED, supaya bisa rapi, sehingga bisa mengerjakan pembangunan di tahun 2021 sebaik-baiknya," tutur Indah, saat kampanye Gerakan BISA di Balkondes Bumiharjo, Borobudur, Magelang, Selasa (25/8/2020).

Gerakan BISA, BOB Berikan Dukungan Peralatan ke Destinasi Wisata Terdampak Pandemi di Magelang

Tahap pertama yang akan dilakukan adalah memperbaiki jalur jalan agar kendaraan dapat masuk ke dalam kawasan.

Kemudian, pembangunan infrastruktur dasar, sehingga dapat menarik investor masuk dan membangun fasilitas dengan nyaman.

Terdapat dua jalur jalan yang akan dibangun. Satu dari Sedayu, Loano, Purworejo.

Satu lagi dari Pasar Plono, Kulonprogo menuju lokasi pengembangan oleh BOB.

Kementerian PUPR akan melakukan pelebaran sekitar enam kilometer.

Jalur jalan dari Sedayu juga sepanjang enam kilometer.

"Jalur ada dua, masuk ke dalam lokasi. Satu dari Sedayu. Satu dari Kulonprogo di Pasar Plono. Dari Pasar Plono ke lokasi kita, dari PUPR akan melakukan pelebaran, sekitar 6 kilometer. Masuk ke dalam ada jembatan dulu, baru di dalam infrastruktur dalamnya dilakukan oleh BOB. Dari Sedayu, sekitar 6 kilometer. Memang di Sedayu, tempatnya agak terjal. Perlu penanganan khusus, untuk memperhatikan keamanan di Sedayu," tutur Indah.

Infrastruktur dasar terdiri dari jalur jalan, air, listrik, telekomunikasi dan jembatan. Kemudian bangunan pendukung.

Dana bersumber dari APBN. BOB mengestimasi anggaran untuk membangun di wilayah pengembangan tersebut sekitar Rp 1 Triliun.

"Dana masih dari APBN. Kita kemarin beberapa waktu lalu, ada di atas Rp 1 Triliun untuk bisa membangun wilayah di kawasan dan pembangunan untuk pendukung kepariwisataan di wilayah koordinat. Di atas Rp 1 Triliun," ujar Indah.

Raih Sertifikat SMAP, PT TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Komitmen Anti Penyuapan

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved