Yogyakarta
Jelang Pilkada Serentak di DIY, Pemuda Pancasila Tegaskan Sikap Netral
Jelang Pilkada serentak di Bantul, Sleman dan Gunungkidul, Pemuda Pancasila DIY menegaskan sikap netral dan tidak berpihak pada calon manapun. Hanya s
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jelang Pilkada serentak di Bantul, Sleman dan Gunungkidul, Pemuda Pancasila DIY menegaskan sikap netral dan tidak berpihak pada calon manapun.
Hanya saja, memberi dukungan secara personal tetap diperbolehkan, selama tidak membawa bendera organisasi.
Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DIY, Faried Jayen Soepardjan mengatakan, selaras dengan garis organisasi, sikap Pemuda Pancasila harus netral, tak berpihak, maupun memberi dukungannya kepada calon kepala daerah yang mengikuti kontestasi.
Karena itu, ia melarang keras kadernya mengatasnamakan organisasi untuk mendukung calon kepala daerah tertentu dalam Pilkada.
Walau begitu, pihaknya tak memasalahkan kader yang secara personal mendukung pasangan calon, tanpa memakai atribut Pemuda Pancasila
"Silahkan saja mendukung, itu hak personal ya. Tentu, kami membebaskan, selama mereka tidak menggunakan atribut Pemuda Pancasila dalam memberi dukungan" katanya, melalui keterangan pers, Jumat (21/8/2020).
• Marak Kasus Ormas Minta THR, Pemuda Pancasila DIY : Kalau Terjadi di Yogya, Jangan Sungkan Laporkan
Jayen pun menandaskan, terdapat konsekuensi sanksi bagi kader yang nekat 'menjual' nama Pemuda Pancasila untuk keperluan dukung-mendukung pada Pilkada mendatang.
Pihaknya siap melakukan pengawasan dan cross check langsung ke lapangan untuk memastikan.
"Tentu, kita akan proses jika ada kader Pemuda Pancasila yang melanggar ketentuan organisasi, bisa saja sanksi dijatuhkan bagi yang bersangkutan" ujarnya.
Lebih lanjut, Jayen menuturkan, kalaupun kadernya ingin memberi dukungan secara personal, alangkah baiknya jika mempertimbangkan kapabilitas, serta keberpihakan calon kepala daerah kepada rakyat.
Sehingga, suara yang masuk ke kotak, bisa benar-benar bermanfaat.
"Nah, itu yang lebih mengetahui kader-kader di daerahnya masing-masing. Apalagi, jumlah kader yang kami miliki ini cukup besar, saat Musyawarah Besar tahun 2019 kemarin, keanggotaan Pemuda Pancasila di DIY terdata mencapai lebih dari 47 ribu," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)