Riwayat Perjalanan Penularan Pasien Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengumumkan tambahan 31 kasus positif Covid-19 di pada 19 Agustus 2020.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
AREAL WAJIB MASKER. Pengguna jalan melintasi spanduk pengumuman areal wajib menggunakan masker yang terasang didepan pintu masuk Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) di jalan Bantul, Kota Yogyakarta, Selasa (19/5/2020). Pemda DIY kembali mengingatakan masyarakat bawa penggunaan masker wajib dipakai terutama saat berkegiatan diluar rumah sebagaisalah satu cara mengurangi penyebaran virus Covid-19. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan skrining masyarakat adalah hasil kerja sama FK UGM dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dengan RI-GHA COVID-19.

"Iya ada tambahan 21 kasus. Skrining masyarakat itu lanjut UGM yang RI-GHA COVID19. Kalau sudah rapid tes, reaktif, kemudian langsung swab. Tapi yang masyarakat hanya di Kecamatan Mlati,"katanya, Rabu (19/08/2020).

Ia melanjutkan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sleman pada dasarnya memang didominasi pelaku perjalanan.

Pelaku perjalanan tersebut kemudian menularkan ke anggota keluarga atau kerabat.

"Didominasi pelaku perjalanan, jadi banyak yang ke Yogya nengok keluarga atau datang dalam rangka apa, kemudian positif. Lalu menulari keluarga, jadi banyak karena ke anggota keluarga,"lanjutnya.

Menurut peta epidemiologi COVID-19 Kabupaten Sleman per 14 Agustus 2020, ada tiga kecamatan masuk dalam zona merah.

Tiga kecamatan tersebut adalah Depok, Gamping, Sleman.

Enam kecamatan lain di Kabupaten Sleman masuk dalam zona oranye, yaitu Turi, Pakem, Tempel, Minggir, Mlati, Godena.

Sedangkan 8 kecamatan lainnya masuk dalam zona kuning, yaitu Cangkringan, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Berbah, Prambanan, Seyegan, dan Moyudan.

Gunungkidul

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru pada Rabu (19/08/2020). Tambahan ini didasarkan pada hasil uji swab yang keluar hari ini.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan ada 2 kasus baru pada hari ini. "Keduanya perempuan, masing-masing berumur 49 dan 27 tahun," kata Dewi.

Ia menjelaskan, pasien perempuan berusia 49 tahun merupakan warga Kapanewon Playen. Berdasarkan hasil penelusuran, ia memiliki riwayat kontak dengan kasus positif sebelumnya.

Sementara perempuan berumur 27 tahun asal Ponjong, Dewi menyebut yang bersangkutan merupakan tenaga kesehatan (nakes).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved