Gunungkidul
Kepala DPP Gunungkidul Sebut Iklim Jadi Kendala Produktivitas Pangan
Wilayah Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai salah satu sentra produksi tanaman pangan di DIY. Kendati begitu, ada tantangan dalam proses produksinya
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Wilayah Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai salah satu sentra produksi tanaman pangan di DIY. Kendati begitu, ada tantangan dalam proses produksinya, yaitu kondisi iklim alias cuaca.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan iklim masih jadi kendala bagi para petani.
"Kalau benih, pupuk, air, dan tanah bisa diatur. Yang sulit itu mengatur kondisi cuacanya," kata Bambang di Balai Pedukuhan Wirik, Umbulrejo, Ponjong pada Rabu (19/08/2020).
Ia menyebut kondisi iklim yang tidak menentu sangat berdampak pada hasil pangan petani. Misalnya pada musim kemarau seperti saat ini.
• Bantu Tentukan Masa Tanam, BMKG Sekolahkan Petani di Ponjong Gunungkidul
Itu sebabnya, ia mendukung pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang dilaksanakan oleh BMKG.
Sebab dengan pembekalan informasi mengenai cuaca, petani bisa menentukan masa tanam yang tepat serta jenis pangan yang bisa ditanam.
"Sebetulnya program SLI sudah pernah kami lakukan, namun tidak berjalan optimal," ungkap Bambang.
Sebagai informasi, Bambang menyebut luas areal persawahan di Gunungkidul mencapai sekitar 7.815 hektare. 4.963 hektare merupakan lahan persawahan dengan jenis padi Gogo.
Menurutnya, lahan persawahan Gogo perlu menjadi perhatian dalam hal pengetahuan soal iklim. Sebab lahan ini berada di wilayah yang sulit air untuk irigasi.
• Dugaan Pencatutan Dukungan di Nglegi, Bawaslu Gunungkidul Akan Respon Jika Ada Laporan
"Ada 3 zona pertanian di Gunungkidul, di mana Zona Selatan tergolong wilayah yang sulit air," kata Bambang.
Kepala BMKG Dwikorita yang hadir dalam peluncuran SLI tersebut mengatakan para petani saat bisa memantau prakiraan cuaca dengan mudah lewat perangkat seluler.
Melalui aplikasi Info BMKG, Dwikorita mengatakan semua informasi mengenai cuaca ada di situ. Mulai dari prakiraan cuaca selama beberapa waktu ke depan, curah hujan, hingga kecepatan angin.
"Ini penting untuk memutuskan masa tanam, jadi produktivitas petani juga bisa meningkat," kata Dwikorita.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-areal-persawahan-di-wilayah-kalurahan-umbulrejo-ponjong.jpg)