Breaking News:

BPN DIY Tunggu Hasil Pengukuran Lahan Sisa Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo untuk Disertifikatkan

BPN DIY meminta kepada masyarakat yang memiliki lahan sisa agar mulai menyiapkan berkas pemohonan ganti rugi.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta kepada masyarakat yang memiliki lahan sisa agar mulai menyiapkan berkas pemohonan ganti rugi.

Arahan tersebut ditekankan agar proses sertifikasi lahan sisa nantinya bisa berjalan dengan mudah.

Saat ini memang jumlah luasan lahan sisa milik warga yang terdampak pembangunan jalan tol memang masih belum terlihat.

Namun, bedasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, sisa lahan yang tidak terpakai dengan catatan di bawah 100 meter secara otomatis akan diganti rugi sepenuhnya.

Awal September, BPN DIY Lakukan Inventarisasi Lahan Terdampak Tol Yogyakarta-Solo

Hal itu juga diakui oleh Pejabat Pembuat Komitmen beberapa waktu yang lalu.

Sedangkan lahan di atas 100 meter persegi, untuk ganti ruginya harus menggunakan surat permohonan.

"Kalau kami kan hanya bertugas untuk membuat sertifikasi baik itu lahan terdampak tol maupun lahan sisa yang sudah tidak terpakai," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN DIY Tri Wibisono, Rabu (19/8/2020).

Untuk proses permohonan, lanjut dia, dapat dilakukan setelah proses pengukuran selesai.

Dengan melalui persetujuan antara instansi dan pemilik lahan, proses permohonan akan diperiksa oleh tim penilai.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved