Bisnis
Libur Panjang HUT ke-75 RI, Okupansi Hotel di DIY Mengalami Peningkatan
Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, terjadi geliat pada bisnis hotel dan restoran ketika libur HUT
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur panjang yang bertepatan dengan HUTke-75 RI, ternyata berimbas pada naiknya jumlah wisawatan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kenaikan wisatawan ternyata membuat okupansi hotel pun meningkat.
Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, terjadi geliat pada bisnis hotel dan restoran ketika libur HUT ke-75 RI kemarin.
"Terjadi peningkatan okupansi hotel rata-rata sekitar 20 persen. Untuk hotel berbintang terjadi peningkatan okupansi sebanyak 60 persen. Sedangkan, hotel non-bintang mengalami peningkatan hingga 35 persen," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Selasa (18/08/2020).
• RESMI, Pemerintah Tetapkan Tanggal 21 Agustus 2020 Sebagai Hari Libur Cuti Bersama
Deddy melanjutkan, dengan adanya kenaikan kunjungan wisata menandakan adanya angin segar untuk bangkit setelah mengalami tekanan akibat pandemi.
Sekitar hampir lima bulan terhitung Maret 2020 hingga Juli 2020, sektor hotel dan restoran tak beroperasi secara optimal karena tak adanya kunjungan wisatawan.
"Ini permulaan yang baik. Sehingga, diharapkan ke depannya sektor wisata bisa berangsur pulih dan bangun dari keterpurukan," jelasnya.
Hal serupa pun terjadi pada bisnis restoran. Di mana, geliat ini pun berimbas pada peningkatan jumlah kunjungan ke restoran-restoran yang di Yogyakarta.
Jumlah peningkatan kunjungan ke restoran pun hampir sama dengan hotel dengan rata-rata sekitar 20 persen.
• Libur Akhir Pekan Belum Terasa Pengaruhi Pendapatan Jasa Sewa Kendaraan
Menyikapi naiknya jumlah kunjungan wisatawan, Deddy mengatakan, pelaku bisnis wisata harus tetap memperhatikan protokol kesehatan bagi tamu maupun petugas.
"Ini yang terus kami ingatkan kepada anggota PHRI yang berjumlah 400 usaha. Agar, tetap ketat dalam menjalankan protokol kesehatan demi kenyamanan dan keamanan. Sejauh ini, belum ada keluhan dari pengunjung maupun petugas terkait protokol kesehatan, masih berjalan lancar," ujarnya.
Deddy menambahkan, saat ini para pelaku usaha sektor wisata khususnya yang tergabung dalam PHRI terus berbenah.
Apalagi, akan ada libur panjang pada penyambutan Muharram nanti.
"Pembenahan terus dilakukan, sehingga apa yang kurang pada liburan HUT ke-75 RI tidak terulang lagi pada libur Muharam. Hingga kini, sekitar 20 persen reservasi hotel sudah masuk untuk libur Muharam nanti. Sehingga, persiapan harus maksimal," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/okupansi-hotel-di-diy-capai-100-persen.jpg)