Bisnis
Libur Akhir Pekan Belum Terasa Pengaruhi Pendapatan Jasa Sewa Kendaraan
Banyaknya libur akhir pekan masih belum bisa memulihkan kondisi dari para pengusaha persewaan kendaraan di Yogyakarta. Meski sudah ada pergerakan, nam
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyaknya libur akhir pekan masih belum bisa memulihkan kondisi dari para pengusaha persewaan kendaraan di Yogyakarta. Meski sudah ada pergerakan, namun itupun masih terbilang kecil.
Heru Yuniarto Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Persewaan Kendaraan Yogyakarta (APPKY) menjelaskan, saat ini jasa persewaan kendaraan sudah mulai merangkak ada aktivitas, namun itupun belum bisa dibilang benar-benar pulih.
"Karena longweekend pun orang dari luar daerah cenderung bawa mobil pribadi. Karena kalau pakai pesawat harus rapid test dan harga tiket yang masih tinggi," jelasnya Selasa (18/8/2020).
Ia menjelaskan, di DIY sendiri setidaknya ada 120-an pengusaha persewaan kendaraan yang bergabung di asosiasi dengan total kendaraan lebih dari 3000 unit.
Sebelum pandemi, tamu yang datang paling banyak adalah dari kalangan wisatawan, namun tak sedikit pula tamu dari perusahaan yang kebetulan menghadiri acara di Yogyakarta.
Kemudian saat pandemu, seluruh armada tersebut berhenti beroperasi total sejak Maret hingga Juni.
• Bisnis Rental Motor di Yogyakarta Mulai Bergeliat Setelah Mati Suri Selama Pandemi Virus Corona
"Juli ini sudah mulai ada sedikit-sedikit," imbuhnya.
Di tengah pandemi ini pun, ia meminta agar pengusaha dapat terus mengedepankan protokol kesehatan.
Caranya adalah dengan selalu membersihkan kendaraan sebelum dan setelah mengantar tamu, driver mengenakan masker dan menyediakan hand sanitizer.
"Kadang ada permintaan dari tamu, ada yang minta sekat plastik antara driver dan penumpang," bebernya.
Agar dapat tetap bertahan di era pandemi, Heru dan beberapa perwakilan pengusaha persewaan rental pun banyak menemui perusahaan finance untuk meminta keringanan dalam pengangsuran pinjaman.
"Karena teman-teman ini tidak mendapat pemasukan, akhirnya terkendala untuk mengangsur pinjaman," jelasnya.
• Sekda DIY Minta Wisatawan Luar Daerah Patuh
Sementara itu, Agus Dwi, rental Sepuluh-A di Pandega mengungkapkan hal senada. Ia menjelaskan bahwa jasa persewaan kendaraan biasanya akan panen di hari libur panjang akhir pekan dan bulan-bulan tertentu, misal Bulan Desember dan saat memasuki Lebaran.
"Bahkan saat tidak ada pandemi kemarin, kita sampai kekurangan kendaraan karena banyaknya permintaan. Tapi kalau sekarang, mobil sama sekali tidak keluar. Ini sementara mulai ada pergerakan sedikit, tapi belum mutlak seperti tahun sebelumnya," jelasnya.
Terkait adanya kelonggaran dari pihak finance pun menjadi angin segar bagi mereka agar bisa bertahan di pandemi saat ini.
"Ada kelonggaran jumlah angsuran dengan memperpanjangan tenor, misal nambah enam bulan. Kelonggaran ini sangat membantu, dan kalau pandemi berkepanjangan kami akan berusaha untuk mengajukan (keringanan pembayaran angsuran pinjaman) kembali," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cegah-kejahatan-penggelapan-kendaraan-bermodus-sewa-butuh-kerjasama-antar-pengusaha.jpg)