Breaking News:

Jawa

KPU Kota Magelang Tindaklanjuti Masukan Bawaslu Soal Pemilih

KPU Kota Magelang menindaklanjuti masukan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang soal data pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TM

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang menindaklanjuti masukan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang soal data pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan Memenuhi Syarat (MS).

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto, mengatakan, ada sebanyak 118 potensi data pemilih yang harus ditindaklanjuti.

Dari jumlah itu, ada 57 nama yang disebutkan dengan nomor induk kependudukan (NIK). Sisanya, 61 orang tidak terdapat NIK.

"Potensi data pemilih yang harus ditindaklanjuti, sejumlah 118 orang. Dari 118 ini, ada 57 nama yang disebutkan dengan NIK. Sementara yang tidak ada NIK sejumlah 61. Ketika data ada NIK, kita tindaklanjuti. Ketika tidak ada NIK-nya, ini tidak kita lanjuti. Mereka menyampaikan hanya nama saja. Tidak disertai fotokopi KTP-el," tutur Basmar, Selasa (18/8/2020).

Dampak Covid-19, KPU Kota Magelang Tunda Tahapan Pilkada 2020

Sebanyak 57 nama dengan NIK tersebut, kata Basmar, sudah 47 nama yang dicocokkan dan diteliti (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Saat masukan dari Bawaslu, proses coklit masih berjalan dari tanggal 15 Juli-13 Agustus 2020.

Ternyata ada lima nama yang tidak ada dalam A-KWK. Jika tidak ada dalam A-KWK maka pemilih tidak memenuhi syarat sehingga tidak harus dicoklit.

"Kemudian data yang meninggal, by name hanya ada lima nama, karena ada duplikasi. Sudah kami tindaklanjuti. Dan sudah di TMS kan oleh PPDP," tutur Basmar.

Sisanya data sebanyak 61 nama yang tak lengkap atau tak ber-NIK tersebut, Basmar mengatakan, tidak dapat menindaklanjutinya.

Walaupun pihaknya juga melihat ada yang berusia kurang dari 17 tahun.

Hasil tindak lanjut dari KPU ini sudah disampaikan kepada Bawaslu Kota Magelang, Selasa (18/8/2020) ini, sebagai jawaban dari masukan potensi pemilih dari Bawaslu. "Kita sudah sampaikan sebagai jawaban kami ke Bawaslu," tuturnya.

KPU Kota Magelang Mulai Rekrut Anggota PPK pada Pilkada 2020 Kota Magelang

Anggota KPU Kota Magelang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Purwanti Juli Wardani, mengatakan, dari pencermatan data yang disampaikan Bawaslu, pihaknya telah melakukan verifikasi sampai ke tingkat PPK dan PPS.

Data sudah terverifikasi dan dicoklit. Dilihat dari datanya, 55 persen tidak lengkap, sehingga atas masukan bawaslu, pihaknya tidak dapat menindaklanjuti.

"Karena NIK ini menjadi satu kunci buat kita untuk mendeteksi. Masukan yang disampaikan juga disertai bukti juga. Masukan dilampiri berupa fotokopi KTP atau KK, sehingga data yang lengkap ini tindak lanjut kita menjadi benar. Termasuk orang yang meninggal terdapat surat keterangan dari lingkungan," ujar Purwanti.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved