Suhu Tertinggi di Bumi: Death Valley di Amerika Serikat Mencapai 54,4C

Kondisi terik telah menyebabkan dua hari pemadaman di California, setelah pembangkit listrik tidak berfungsi pada hari Sabtu.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
RHONA WISE / AFP
(FILES) Dalam foto file ini pemandangan umum di Twenty Mule Team Canyon di Taman Nasional Death Valley di Death Valley, California pada 14 Februari 2017. Suhu 130 derajat Fahrenheit (54,4 derajat Celcius) - tercatat di Death Valley California pada 16 Agustus 2020 oleh Layanan Cuaca Nasional AS - bisa menjadi suhu global terpanas yang pernah diukur dengan instrumen modern, kata para pejabat. Pembacaan itu didaftarkan oleh sistem observasi otomatis pada pukul 15:41 di Pusat Pengunjung Furnace Creek di taman nasional AS. 

TRIBUNJOGJA.COM - Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Bumi dengan 130F (54,4C), yang mungkin telah dicapai di Taman Nasional Death Valley, California.

Rekaman tersebut sedang diverifikasi oleh Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (AS), dikutip TribunJogja.com dari BBC.

Itu terjadi di tengah gelombang panas di pantai barat AS, di mana suhu diperkirakan akan naik lebih lanjut minggu ini.

Kondisi terik telah menyebabkan dua hari pemadaman di California, setelah pembangkit listrik tidak berfungsi pada hari Sabtu.

Pembacaan hari Minggu direkam di Furnace Creek di Death Valley.

Sebelumnya, suhu tertinggi yang tercatat di Bumi adalah 129,2F (54C), juga di Death Valley pada 2013.

Catatan yang lebih tinggi dari 134F, atau 56.6C seabad sebelumnya, juga di Death Valley, masih diperdebatkan.

Beberapa ahli cuaca modern diyakini telah salah, bersama dengan beberapa suhu panas lainnya yang tercatat pada musim panas itu.

Menurut analisis 2016 dari sejarawan cuaca Christopher Burt, suhu lain di wilayah tersebut yang tercatat pada tahun 1913 tidak mendukung pembacaan Death Valley.

(FILES) Dalam foto file ini, batu-batu layar Racetrack Playa digambarkan di Death Valley, California, pada 7 April 2019.Suhu 130 derajat Fahrenheit (54,4 derajat Celsius) - tercatat di Death Valley California pada 16 Agustus 2020 oleh Layanan Cuaca Nasional AS - bisa menjadi suhu global terpanas yang pernah diukur dengan instrumen modern, kata para pejabat. Pembacaan itu didaftarkan oleh sistem observasi otomatis pada pukul 15:41 di Pusat Pengunjung Furnace Creek di taman nasional AS.
(FILES) Dalam foto file ini, batu-batu layar Racetrack Playa digambarkan di Death Valley, California, pada 7 April 2019.Suhu 130 derajat Fahrenheit (54,4 derajat Celsius) - tercatat di Death Valley California pada 16 Agustus 2020 oleh Layanan Cuaca Nasional AS - bisa menjadi suhu global terpanas yang pernah diukur dengan instrumen modern, kata para pejabat. Pembacaan itu didaftarkan oleh sistem observasi otomatis pada pukul 15:41 di Pusat Pengunjung Furnace Creek di taman nasional AS. (Agustin PAULLIER / AFP)

Rekor suhu planet lainnya, 131F atau 55C, tercatat di Tunisia pada tahun 1931, tetapi Burt mengatakan bahwa bacaan ini, serta yang lainnya yang tercatat di Afrika selama era kolonial, memiliki masalah kredibilitas yang serius.

Gelombang panas

Gelombang panas saat ini membentang dari Arizona di barat daya, naik ke pantai hingga negara bagian Washington di barat laut.

Diperkirakan mencapai puncaknya pada hari Senin dan Selasa, sebelum suhu mulai turun di akhir minggu. Namun, panas terik akan berlanjut setidaknya selama 10 hari.

Saat suhu melonjak di California, "firenado" besar diamati pada hari Sabtu di Lassen County.

Operator Sistem Independen California (CISO), yang mengelola daya negara bagian, telah menyatakan Darurat Tahap 3, yang berarti ketika permintaan untuk listrik mulai melebihi pasokan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved