Gunungkidul
21 Pegawai Positif COVID-19, Dinkes Gunungkidul Ambil Langkah Darurat
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka melaporkan hasil pengujian swab Sabtu kemarin menunjukkan ada 25 kasus positif
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kasus positif COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan pesat berdasarkan laporan pada Sabtu (15/08/2020) kemarin.
Tambahan ini bahkan menjadi rekor tertinggi.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka melaporkan hasil pengujian swab Sabtu kemarin menunjukkan ada 25 kasus positif baru.
"21 merupakan SDM (Sumber Daya Manusia) Dinkes) dan 4 lainnya merupakan hasil penelusuran kontak," kata Priyanta dalam jumpa pers malam kemarin.
Meroketnya jumlah kasus, terutama dari pegawai kesehatan ini, menurut Priyanta merupakan hasil dari pemeriksaan swab massal.
Pegawai dan tenaga kesehatan memang menjadi prioritas untuk pemeriksaan tersebut.
• Jumlah Pasien Baru COVID-19 & Peta Sebarannya di Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo
Pasca-hasil swab keluar, Priyanta menyatakan Dinkes langsung mengambil langkah darurat.
Koordinasi pun dilakukan dengan RSUD Wonosari dan Saptosari, terkait penanganan bagi para pegawai ini.
"Hasilnya, 17 pegawai diisolasi ke RSUD Saptosari, 1 ke RSUD Wonosari, dan 3 lainnya menjalani isolasi mandiri," jelasnya.
Priyanta mengatakan seluruh pegawai yang dinyatakan positif ini tanpa gejala.
Namun bagi mereka yang isolasi mandiri tetap dilakukan kontrol ketat.
Antara lain harus memiliki kamar sendiri dan kamar mandi terpisah.
Selanjutnya, swab massal akan dilanjutkan lagi bagi kontak erat di lingkungan Dinkes dan keluarga pegawai.
Priyanta menyebut ada 139 spesimen yang akan diambil.
"Mulai Senin hingga Rabu besok, seluruh pegawai Dinkes juga akan bekerja dari rumah. Ini kami lakukan agar kasus tidak berkembang," katanya.
• Anggaran COVID-19 Bertambah, Pemkab Gunungkidul Fokus ke Penerapan AKB dan Pemulihan Ekonomi
Tambahan ini membuat jumlah positif kumulatif di Gunungkidul melonjak jadi 153 kasus per 15 Agustus kemarin. Sebanyak 41 dalam perawatan dan 108 kasus sembuh (bertambah 4). Ada 4 kasus yang dilaporkan meninggal dunia.
Menanggapi lonjakan kasus, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menyebut ini merupakan konsekuensi dari semakin banyaknya pemeriksaan swab.
"Kami berupaya semaksimal mungkin agar swab dilakukan sebanyak mungkin. Konsekuensinya tentu kasus jadi meningkat," katanya.
Immawan pun kembali mengingatkan masyarakat Gunungkidul agar tetap mematuhi protokol kesehatan dasar, seperti wajib masker, jaga jarak, mengurangi aktivitas di luar rumah, hingga menjaga kebersihan.
Menurutnya, protokol kesehatan ini berlaku bagi siapa pun yang tetap ingin sehat dan tidak tertular atau pun menulari orang lain.
"Saya mohon doanya agar teman-teman Dinkes segera diberi kesembuhan, dan warga juga dijauhkan dari paparan virus COVID-19," kata Immawan.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jumpa-pers-gugus-tugas-penanganan-covid-19-kabupaten-gunungkidul.jpg)